Sejumlah Pelaku Usaha Mikro Ikuti Bimbingan Teknis Perizinan Berbasis Risiko

share on:
Para narasumber Bimbingan Teknis Perizinan Berbasis Resiko Bagi Pelaku Usaha (Kegiatan Usaha Olahan Pangan), di Ros In Hotel, Rabu (22/6/2022) || YP-Ist

Yogyapos.com (BANTUL) – Upaya meningkatkanUMKM agar dapat berperan memulihkan perekonomian terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bantul. Salah satunya dengan menyelenggarakan bimbingan teknis perizinan dan pendampingan, sehingga outputnya dapat meningkatkan pelayanan kepada konsumen secara baik. 

“Bimbingan teknis (pelatihan) bukan hanya sekadar sesuatu untuk memenuhi program. Melainkan harus mampu mengangkat derajat perekonomian pelaku guna menguatkan perekonomian wilayah,” ungkap Wabub Bantul, Joko Purnomo, saat menjadi narasumber dan membuka Bimbingan Teknis Perizinan Berbasis Resiko Bagi Pelaku Usaha (Kegiatan Usaha Olahan Pangan), di Ros In Hotel, Rabu (22/6/2022).

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-pemkab-bantul-menggandeng-bpd-diy-memajukan-umkm-lewat-kesenian-3218

Joko mengungkapkan, meski kemudahan di bidang perizinan lazim dilakukan oleh Pemerintah, namun juga harus diikuti dengan pendampingan yang baik oleh Pemkab Bantul. Dengan cara memotong birokrasi dalam mengurus perizinan, maka diharapkan usaha mikro memperoleh atensi yang lebih sehingga bisa maju dan kuat. 

Suasana Bimbingan Teknis Perizinan Berbasis Resiko Bagi Pelaku Usaha  || YP-Supardi

“Memotong birokrasi dalam mengurus perizinan bagi usaha mikro sesuai dengan Undang Undang Cipta Kerja dan harapan presiden yang intinya bertujuan untuk lebih memerankan usaha mikro/UMKM,” sambungnya. 

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-bpr-profidana-bantul-fokus-terhadap-umkm-4088

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Atap Kabupaten Bantul, yang juga Ketua Penyelenggara, Anihayah dalam laporannya mengatakan pelatihan ini bertujuan guna meningkatkan wawasan dan keterampilan pada pesertannya. 

“Jumlah peserta ada 22 orang berasal dari Bantul. Waktu bimbingan selama sehari. Anggarannya berasal dari DAK Pemerintah Pusat,” jelasnya. 

Menurut dia, peserta bimbingan ini relatif sedikit karena pertimbangan efektivitas. Narasumbernya dari sejumlah pihak berkompeten. Dua diantaranya Wabub Bantul dan dari Balai POM Yogyakarta. (Spd)


share on: