Sejumlah Kepala Sekolah Tingkat Menengah di Bantul Menanti Vaksinasi

share on:
Murid0murid di sekolah ini belum memeroleh vaksinasi || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengh Kejuruan Sekolah Menengah Pertama atau yang sederajad di Wilayah Kabupaten Bantul mengharapkan segera diadakan vaksinasi kepada para siswanya. Pasalnya hingga kini mereka belum memeroleh vaksinasi.

“Hingga kini di Bantul belum dilaksanakan. Sementara kami menantikan agar secepatnya bisa dilaksanakan. Ini tujuannya sebagai salah satu prasyarat untuk dilaksanakannya kembali Belajar Mengajar dengan sistim Tatap Muka (PTM) di sekolah,” ungkap Kepala SMAN 2 Banguntapan Kabupaten Bantul, Tri Giharto SPd MPd kepada yogyapos.com, Selasa (27/7/2021).

Dikatakan, SMAN 3 Banguntapan bersama dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY selalu berkomunimasi dan konsultasi tentang akan adanya vaksknasi untuk peserta didik. Bahkan baru saja dilakukan rapat dengan dinas itu secara virtual yang juga menyinggung tentang rencana akan adanya vaksinasi. 

Selain itu sekolah juga selalu aktif mencari informasi ke Dinas Kesehatan. Namun hingga belum ada perintah dan kepastian kapan itu bisa diadakan. 

“Jika nantinya sudah ada kepastian, kami siap mengikutinya dengan menjadwalkan sistmatis dan pelaknaannya sesuai dengan ketentuan termasuk dengan prokes. Informasinya tentang itu hingga kini terpaksa belum ada vaksinasi, penyebabnya masih menunggu alokasi vaksinnya yang hingga kini katanya belum tersedia,” kata Tri. 

Sedangkan semua guru dan pegawai termasuk Satpam SMAN 2 Banguntapan sebanyak 71 orang kesemuanya sudah menjalani vaksinasi di JEC beberapa waktu lalu.    

“Intinya kami siap untuk melaksanakan vaksinasi. Semoga pandemi Covid-19 segera berakhir dan proses belajar mengajar bisa normal kembali,” tukasnya. 

Sementara itu, salah seorang guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Laborat UIN di Banguntapan, Fransisca, menyatakan madrasah ini juga belum melaksanakan vaksinasi secara bersama di sekolah. Namun ada sebagian siswa yang sudah mengikuti vaksinasi bersama di masyarakat.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Dasar Kabupaten Bantul, Isdarmoko MPd, membenarkan bahwa vaksinasi para siswa SMP atau sederajat negeri dan swasta di kabupaen ini, hingga sekarang belum dilaksnakan dan masih ditunggu. 

“Hasil konsultasi kami dengan Bapak Sekda Bantul Drs H Helmi Jamharis dan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Bantul,  itu penyebabnya jatah alokasi vaksinya belum ada atau belum sampai. Jika nanti sudah siap, kami segera melakukan pengaturan dan penjadwalan pelaksanaannya,” kata Isdarmoko

Tentang jumlah SMP Negeri dan swasta di Bantul ada 120 dengan jumlah siswa sebanyak. Sedangkan jumlah siswa MTs Negeri dan swasta ada sekitar 9.000. Sehingga kesemuanya ada sekitar 40.000 siswa yang untuk divaksin. (Supardi)

 


share on: