Sanggar Unggah-ungguh Hamemayu Hayuning Budaya di Destinasi Wisata Sambirejo

share on:

Yogyapos.com (SLEMAN) - Di tengah keindahan panorama dan keagungan Candi Prambanan, tersembunyi sebuah desa wisata penyangga yang kini tengah menjalankan misi mulia, melestarikan nilai-nilai luhur budaya Jawa di kalangan generasi muda.

Desa Wisata Sambirejo di Kapanewon Prambanan menjadi lokasi berlangsungnya program pemberdayaan masyarakat bertema “Membangun Karakter Anak di Desa Wisata Sambirejo melalui Sanggar Unggah-Ungguh Hamemayu Hayuning Budaya”.

BACA JUGA: 102 Sekolah Ikuti Bantul School Expo 2024 di Stadion Sultan Agung

Program yang diprakarsai oleh Dr Aris Slamet Widodo, Dosen Agribisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berkolaborasi dengan Puji Qomariyah, Dosen Sosiologi Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta, ini bermitra dengan Dusun Sumberwatu yang dipimpin oleh Kepala Dukuh Teguh Widodo. Kegiatan yang telah dimulai sejak Februari 2025 dan akan berlangsung hingga Mei 2025 ini menyasar anak-anak usia sekolah (7-12 tahun) dan remaja (13-18 tahun).

Saling sharing ide untuk kemajuan || YP-Ist

"Kami melihat adanya kebutuhan untuk menyeimbangkan kemajuan pariwisata dengan pelestarian nilai-nilai budaya Jawa, khususnya unggah-ungguh yang menjadi inti dari tata krama dalam budaya Jawa," ungkap Dr Aris Slamet Widodo, Jumat (2/5/2025).

BACA JUGA: Teater Royal House Yogya akan Pentaskan 'Calonarang' di Bali

Sanggar unggah-ungguh ini hadir sebagai ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak dan remaja untuk mempelajari nilai-nilai budi pekerti dan tata krama Jawa. Melalui pendekatan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan, para peserta diajak untuk memahami dan mempraktikkan unggah-ungguh dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA: Kondusif, Polda DIY Kawal Peringatan Hari Buruh Internasional 2025

"Hamemayu hayuning budaya" yang menjadi nama sanggar ini mengandung filosofi mendalam tentang menjaga, melestarikan, dan memperindah budaya. Filosofi inilah yang menjadi landasan program pemberdayaan ini, di mana generasi muda dibimbing untuk tidak hanya mengenal, tetapi juga menghayati dan menjadi duta pelestarian budaya Jawa.

Puji Qomariyah saksikan langsung karya warga || YP-Ist

Teguh Widodo, Kepala Dukuh Sumberwatu mengapresiasi kehadiran program ini di wilayahnya. "Ini adalah investasi jangka panjang. Ketika anak-anak dan remaja kita memahami nilai-nilai unggah-ungguh, mereka tidak hanya menjadi pribadi yang berkarakter, tetapi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin merasakan autentisitas budaya Jawa," tuturnya.

BACA JUGA: Hardiknas 2025 Refleksi Komitmen Pendidikan Inklusif dan Berkualitas

Program ini juga sejalan dengan visi pengembangan Desa Wisata Sambirejo sebagai destinasi wisata budaya yang menawarkan pengalaman mendalam tentang kehidupan dan nilai-nilai Jawa. Di tengah arus modernisasi dan globalisasi, sanggar unggah-ungguh ini menjadi benteng pertahanan nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun.

BACA JUGA: Masuk PTN Lewat Pintu Belakang: Lelah Belajar, Kalah oleh Kecurangan

Puji Qomariyah, selaku perwakilan dari Universitas Widya Mataram, berharap program ini tidak hanya berhenti sebagai kegiatan pengabdian masyarakat, tetapi dapat berkelanjutan dan menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis budaya yang dapat direplikasi di desa-desa wisata lainnya.

BACA JUGA: Kisruh Tanah Mbah Tupon, Bibit Rustamto Mendorong Pengaduan ke Polisi

Dengan adanya sanggar unggah-ungguh "Hamemayu Hayuning Budaya", Desa Wisata Sambirejo tidak hanya menjadi penyangga destinasi Candi Prambanan secara geografis, tetapi juga menjadi penyangga kelestarian budaya Jawa yang adiluhung. Di tangan generasi muda Sambirejo, warisan budaya Jawa akan terus hidup dan mempesona dunia. (*/Red)


share on: