Sajikan 5.000 Porsi Mie Lethek Pecahkan Rekor MURI

share on:
Sebanyak 5.000 porsi mie lethek Festival Kuliner Mataraman dalam penilaian Tim MURI, di Pantai Baru Poncosari, Srandakan, Bantul, Sabtu (25/5/2024) || YP-Supardi

Yogyapos.om (BANTUL) - Festival Kuliner Mataraman berupa 5.000 porsi mie lethek dan ribuan makanan lainya khas Bantul yang berlangsung di Pantai Baru Poncosari Srandakan Kabupaten  Bantul, berhasil memecahkan rekor MURI.

Penyerahan sertifikat tentang ini dilakukan oleh seorang perwakilan dari MURI Eltin Susani dan diterima secara langsung oleh Bupati Bantul H.Abdul Halim Muslih di lokasi event ini, Sabtu (25/5/2024).

BACA JUGA: Kuliah Pakar di UP 45, Prof Mukti Fajar: Hukum Merupakan Lima Puluh Persen Persoalan Negara

“Berdasarkan penilaian penyajian mie lethek terbesar kali ini dinyatakan memecahkan rekor MuRI,” kata Eltin Susani.  

Penyerahan sertifikat MURI || YP-Supardi

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih gembira dan menyambut positif kegiatan ini. Selain itu bersyukur atas keberhasilan memechkan rekor MURI untuk mie lethek yang juga dibarengi penyajian makanan tradisolional khas Bantul lainnya.Diharapkan ini mampu membesarkan usaha ekonomi kuliner yang juga berimbas positif pada dunia pariwisata.

BACA JUGA: Gandung Pardiman: KONI Bantul Harus Lebih Berprestasi Dimasa Mendatang

“Selain itu, event ini mampu untuk melestarikan, mengembangkan dan mempromosikan komunitas kuliner tradisional asal Bantul yang juga menjadi kebanggaan masyarakat Bantul khususnya dan luar Bantul umumnya,” harapnya.

Pada kesempatan sama, PLH Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo, menyatakan, acara ini mengambil tempat di Pantai Baru karena letaknya dekat dengan Jalan Jalan Lingkar Selatan (JJLS) dan lokasi dibangun Jembatan Progo yang merupakan proyek nasional.

Demo memasak mie lethek || YP-Supardi

“Dengan cara ini mie lethek dan makanan trasional lainya asal Bantul akan lebih dikenal dan lebih laku dan berdampak pada kemajuan pariwisata,” kata Kwintarto.

BACA JUGA: LBH Aryawiraraja: Pungli Oknum Lapas Cebongan Mencapai Rp 1,1 Miliar Plus Kekerasan Fisik

Menurutnya, yang ditampilkan dan disajikan pada kesempatan ini merupakan warisan  budaya tak benda (WBtB). Kuliner khas Bantul ini diantaranya, mie lethek dari Srandakan, mie pentil, mie des dan geplak dari Pundong, kipo asal Kotagede, sate klatak dan rambak asin dari Pleret, lemper dan apem dari Sanden, Gudeg Manggar dari Pajangan, pecel kembang turi dan wedang uwuh dari Imogiri, es kunir asem kiringan dari Jetis maupun peyek tumpuk dari Bambanglipuro.

Pada kesempatan itu  mie lethek dan makanan lainnya dibagikan secara gratis kepada masyarakat umum atau pun wisatawan serta tamu undangan.

BACA JUGA: Satreskrim Polresta Yogya Tangkap Dua Oknum DC yang Ambil Paksa Mobil Wisatawan

Acara dimeriahkan demo memasak mie lethek dilakukan oleh Bupati Bantul Abdul Halim Muslih dan Istri Hj Emy Masruroh, Sekda Bantul Agus Budhiraharjo dan perwakilan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang juga selaku bagian yang memasak 5.000 porsi mie yang disajikan. (Spd)


share on: