Yogyapos.com (BANTUL) - Kuda Ratu Samudra dari BHM Stable Kalimantan Selatan (milik Hj Haryati) berhasil meraih Piala Le Mineral Cup jarak tempuh 1.600 meter untuk kelas 3 tahun betina A/B pada Kejuaraan Pacuan Kuda Nasional Piala Tiga Mahkota Seri 1 dan Pertiwi Cup 2024 pada race 20 yang berlangsung di Lapangan Pacu Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Minggu (28/4/2024).
Atas prestasi itu, Ratu Samudra memeroleh hadiah Rp 250.000.000. Sedangkan dalam pertandingan bergengsi tingkat nasional kali ini, peraih juara 2 Kuda Jayaux Tonsea milik Rosana Tanos (Tonsea Stable) asal Sulawesi Utara dengan hadiah Rp 250.000.000. Juara ke 3 diraih Kuda Queen Zedna asal King Halim Stable milik Cheng Kwok Kwai Jawa Barat yang juga besar hadiahnya Rp 250.000.000.
BACA JUGA: Kontes Kambing Etawa Merangsang Peningkatan Perekonmian Masyarakat
Pemberian piala dan hadiah diserahkan oleh Ketua Pengda Pordasi DKI Jakarta, Aryo PS Djoyohadikusumo didampingi Ketua Pordasi DIY H Harsoyo dan sejumlah panitia.
Start yang cukup menegangkan || YP-Supardi
Dalam pacuan yang dikuti oleh 198 ekor kuda dari 9 propinsi termasuk Bali, DIY dan Jawa Tengah kali ini, pertarungan dibagi menjadi 21 race dan kelas. Para juara 1, 2 dan 3 di setiap race memperoleh piala juga hadiah minimal Rp 40.000.000 untuk setiap yang juara.
BACA JUGA: Lomba Cipta Tari Kundha Kabudayan Sleman Digelar di Museum Gunung Merapi
Sedangakan pada race lain kuda Yuwaraja asal Aragon Stable Jawa Barat (milik Lyra Sabria) juara 1 pada kelas C Sprint 1.100 meter pada race XVI dengan memperoleh piala dan hadiah Rp 45.000.000. Juara 2 diraih Kuda Chel Leng Manis asal Suramadu Stabel dan juara ke 3 disabet oleh kuda Bless Baharna dari Red Stone Stable DKI Jakarta dengan hadiah masing-masing Rp 45.000.000 dari Kayya Komoditas.
Pada race 21 (terakhir) yaitu untuk meraih Piala Tiga Mahkota dengan hadiah Rp 250.000.000 bagi juara 1, 2 dan 3, pacuan sempat terjadi kesalah pahaman dalam teknik pelaksanaan dan saling protes kepada panitia yang dilakukan oleh pemilik kuda maupun joki kuda. Panitia memutuskan pertandingan (race diulang). Namun hingga pukul 17.00 WIB saling protes masih berlangsung. Tentang hal ini yogyapos.com belum berhasil memperoleh informasi hasil keputusannya.
BACA JUGA: Setelah ke Golkar, AKBP (Purn) Beja WTP SH MH Mendatangi Kantor PDI Perjuangan Bantul
Ketua Penyelenggara Aryo PS Djojohadikumo, ketika ditanya tentang Presiden terpilih Pemilu 2024 (Probowo Subianto) sosok pencinta kuda, apakah hal itu menjadikan peluang untuk kemajuan olahraga berkuda, ia mengatakan ya.
“Itu akan menciptakan kemajuan olahraga berkuda yang meliputi pacuan, ketangkasan dan memanah dengan berkuda,” katanya.
Serba-serbi di lapangan pacuan kuda SSA || YP-Supardi
Sementara itu Ketua Umum Pordasi DIY, Harsoyo, mengatakan pacuan berkuda akan sering diadakan dengan teknik-teknik penyelenggaraan yang semakin baik pula.
BACA JUGA: Tim Opsnal Jatanras Polresta Yogya Bekuk Tiga Pembobol ATM Indomaret Fresh Jalan Pramuka
Pada kesempatan sama salah seorang Ketua Umum Pusat Pordasi, Maciano, menyatakan, pacuan kuda akan lebih diefektifkan untuk menjadikan kebutuhan masyarakat guna menumbuhkan olahraga, ekonomi, wisata dan budaya. Selain itu pacuan kuda juga untuk pemersatu NKRI.
“Pada pacuan yang ditonton puluhan ribu orang ini, banyak pihak yang semakin peduli pada olahraga berkuda. Misal pada kesempatan ini juga didukung sejumlah pihak termasuk PT Pertamina dan SARGO.CO,” ungkapnya. (Spd)
