Yogyapos.com (SLEMAN) - Manajemen RS Betheda terus melakukan inventarisasi terhadap lahan, banguna serta aset lain yang tersebar diberbagai wilayah. Salah satunya adalah lahan dan bangunan yang ada di Dusun Tamanan, Kalurahan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan Sleman. Lahan seluas 1 hektar tersebutdalam waktu dekat akan direvitalisasi menjadi sarana Pelayanan Kesehatan dan Taman Gizi Masyarakat.
Direktur RS Bethesda Yogyakarta Purwoadi Sujatmo mengatakan, revitalisasi lahan dan bangunan kuno tersebut dilakukan untuk mendekatkan masyarakat terhadap layanan kesehatan. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih mudah dalam mengakses layanan kesehatan, karena lokasinya sangat dekat dengan mereka. Untuk itu, revitalisasi ini akan menjadi prioritas dan dilakukan dengan segera.
“Kita akan upayakan secepatnya agar masyarakat dapat segera mendapatkan layanan,” ujar Purwoadi kepada yogyapos,com Minggu (27/11/2022) usai peresmian Taman Gizi dan Bethesda Wellness Centre di Dusun Tamanan, Tamanmartani, Kalasan Sleman.
Direktur RS Bethesda Purwoadi Sujatmo melakukan penanaman pohon klengkeng di dusun Tamanan, Kalurahan Taman Martani, Kalasan, Sleman, Minggu (27/11/2022) || YP-Sulistyawan Ds
Purwoadi menjelaskan, untuk program revitalisas i bangunan dan lahan ini pihaknya bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran UGM. Oleh karena itu, nantinya akan disusun sebuah program bersama yang dilandasi data penelitian dan kebutuhan masyarakat.
Adapun langkah pertama dari program tersebut adalah revitalisasi bangunan yang selama ini membutuhkan pembenahan karena lapuk dimakan usia. Untuk selanjutnya, nanti akan disusun program teknis bersama Fakultas Kedokteran UGM.
Untuk saat ini lahan yang ada di Dusun Tamanan ini oleh masyarakat setempat sudah dimanfaatkan dengan ditanami lidah buaya serta beberapa jenis tanaman lain. Untuk kedepan, akan ditambah dengna pohon buah-buahan sehingga selain bisa menjadi sarana edukasi juga bisa menjadi taman agrowisata.
“Sebenarnya tidak sekadar hanya sebagai agrowisata, tetapi juga bisa menjadi pusat layanan kesehatan masyarakat. Sehingga masyarakat yang berkunjung juga bisa mendapatkan layanan yang lengkap,” ujar Purwoadi.
Sementara itu, Dosen Fakultas Kedokteran Dr dr Rustamaji MKes UGM mengatakan, kolaborasi dengan RS Bethesda dalam mengembangkan menjadi sebuah pelayanan kesehatan masyarakat dilakukan dengan beberapa strategi. Tujuannya adalah untuk memelihara kesehatan guna menciptakan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, selain sejumlah dosen nantinya juga akan diterjunkan para mahasiswa dilokasi tersebut sehingga pelayanan kesehatan tersebut dapat terselenggara secara maksimal.
“Program utama yang dilaksanakan adalah pelayanan gizi serta konsultasi kesehatan bagi masyarakat. Program ini sekaligus menjadi sarana pengabdian masyarakat bagi mahasiswa dan dosen Fakultas Kedokteran UGM,” ujar Rustamaji.
Ditambahkan Rustamaji, beberapa hal yang perlu juga dilakukan adalah antisipasi stunting sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah. Pihaknya mentargetkan, program revitalisi ini dapat dilaksanakan paling lambat Maret 2023. Tetapi, target tersebut juga sangat tergantung terhadap kesiapan RS Bethesda dalam melakukan rehab bangunan sehingga siap digunakan. (*/Sulistyawan Ds)
