KKN Mahasiswa UGM di Pesisir Manokwari, Merancang Regenerasi Ekonomi Berbasis Kearifan Lokal

share on:
28 Mahasiswa UGM yang bertolak ke Manokwari untuk menjalani KKN selama tiga bulan || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi melepas 28 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) unit Manokwari Menari dalam acara pelepasan yang berlangsung di Graha Sabha Pramana (GSP) UGM, Jumat (19/6/2026).

BACA JUGA: Oknum Anggota Dewan Sleman Ditahan Kejaksaan, Ini Penyebabnya

Para mahasiswa akan menjalankan program pengabdian masyarakat selama dua bulan, terhitung 19 Juni hingga 19 Agustus 2026, di tiga wilayah pesisir Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

Tim KKN-PPM Manokwari Menari akan ditempatkan di tiga lokasi, yaitu Kampung Bakaro, Sau Abas, dan Pulau Mansinam,yang seluruhnya merupakan kawasan pesisir dengan kekayaan sumber daya alam dan budaya yang khas serta berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat setempat.

BACA JUGA: Pasca Didemo, Notaris Sukarno: Semoga Layanan ATR/BPN Sleman Lebih Baik

Program ini mengusung tema besar "Transformasi Potensi Lokal Menjadi Nilai Tambah: Model Regenerasi Ekonomi Berbasis Kearifan Lokal di Tiga Desa Pesisir Manokwari". Tema ini lahir dari pengamatan terhadap besarnya potensi sektor perikanan dan kearifan lokal di wilayah pesisir Manokwari, yang membuka peluang luas untuk dikembangkan menjadi sumber nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

BACA JUGA: Mahasiswa UGM Dorong Pengolahan Sampah dan Pekarangan Produktif

“Melalui tema ini, mahasiswa KKN-PPM UGM berupaya merancang model regenerasi ekonomi yang tetap berpijak pada kearifan lokal masyarakat, sembari mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam pengelolaan potensi desa serta peningkatan nilai jual produk-produk local,” ujar Ketua Tim KKN-PPM UGM Manokwari Menari, Zhafran Pradipta melalui rilis yang diterima yogyapos.com, Selasa (23/6/2926).

BACA JUGA: Dr Gr Sri Nurhartanto: UKM Wadah Aktivitas Mahasiswa, Pembentukan Kepemimpinan dan Karakter

Ia juga menyampaikan program ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat di Kampung Bakaro, Sau Abas, dan Pulau Mansinam, sekaligus menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah pesisir lain di Papua Barat.

BACA JUGA: Luncurkan Fikih Disabilitas Mental Psikososial: PBNU Ingin Hapus Stigma, Wujudkan Kesetaraan

Pelepasan mahasiswa KKN-PPM ini menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang akan berlangsung hingga 19 Agustus 2026, dengan harapan mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesisir berbasis potensi dan kearifan lokal yang dimiliki. (*)


share on: