Rektor UWM Membuka Seminar Implikasi Putusan MK

share on:
Rektor UWM Prof Edy Suandi Hamid on didampingi Dekan FH Dr Endro Suryono berbagi cinderamata kepada Hakim MK Dr Suhartoyo || YP-ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Seminar ‘Implikasi Putusan Mahkamah Konstitusi Terhadap Perubahan Norma Pidana’ yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Widya Mataram (FH UWM) Yogyakarta, membuka mata para penegak hukum tentang putusan-putusan penting Mahkamah Konstitusi RI yang belum dipahami oleh masyarakat.

Para peserta yang mengikuti seminar di Hotel Grand Inna Malioboro, Yogyakarta, Sabtu (15/1/2022), dari kalangan penegak hukum seperti polisi, jaksa, dan advokat. Peserta lainnya sebanyak 128 mahasiswa semester akhir FH UWM.

Paparan dari para pembicara menunjukkan, terdapat sedikitnya 45 putusan uji materiil berkaitan hukum pidana. Ketika para pemakalah menyampaikan data-data putusan, para peserta dibuat tercengang. “Banyakya putusan MK berkaitan hukum pidana,” ujar seorang peserta.

Rektor UWM Prof Edy Suandi Hamid menyatakan terjadi keniscayaan terhadap putusan-putusan Mahkamah Konstiusi (MK) khususnya dalam perkara pidana.

“Putusannya menyangkut norma-norma hukum yang berkaitan dengan penegakan hukum, itu sangat penting bagi kepentingan publik, Masalahnya, putusan itu tidak serta merta dipahami oleh masyarakat,” kata dia saat membuka seminar tersebut.

Dengan fakta demikian, sosialisasi putusan perkara MK menjadi pekerjaan mendesak. Pelembagaan dari putusan itu untuk mendistribusikan ke masyarakat, perlu dipikirkan solusinya.

Prof Edy Suandi Hamid yang pernah berkunjung ke Mahkamah Konstitusi Federal (Bundesverfassunggericht) Jerman memandang sangat terkesan bagaimana lembaga MK tertua itu mengelola perkara dan putusan sehingga materi-materi perkara bisa disosialisaikan secara cepat dan tepat ke seluruh stakeholders yang berkepentingan.

Hakim Konstitusi MK RI Dr Suhartoyo SH MK menyatakan, MK Jerman yang dibentuk pertama di dunia merupakan kiblat lembaga sejenis di negara-negara lain termasuk di Indonesia. Sebagai pelopor, MK Jerman memiliki posisi kelembagaan yang kuat dan manajemen pengelolaan perkara serta putusan sangat memadai.

“Mahkamah Konstitusi Federal merupakan lembaga peradilan tertinggi, berfungsi memutuskan perkara yang berkaitan dengan Undang-Undang Dasar,”

Dekan Fakultas Hukum Dr Kelik Endro Suryono, SH MHum menyatakan, pembahasan soal putusan-putusan MK RI berkaitan hukum pidana sangat penting untuk memberi pemahaman kepada para penegak hokum yang hadirdalam forum seminar. Kemudian forum itu memberikan pengalaman bagi para mahasiswa FH UWM tingkat akhir untuk mendapat pengalaman lapangan dan memahami perkembangan hukum tertentu, terutama putusan-putusan dari hasil uji materiil terhadap undang-undang tertentu.

Seminar tentang implikasi putusan MK ini kerjasama antara Fakultas Hukum UWM dan Mahkamah Konstitusi RI. Para pembicara dosen UWM Dr (Cand) Hartanto SE SH MHum, Dr Suhartoyo SH MH (Hakim Konstitusi), Prof Dr Hartiwiningsih SH MHum (Program Doktoral Ilmu Hukum Universitas Sebelas Maret). (*)


share on: