Yogyapos.com (YOGYA) - Sarjana baru harus selalu mengikuti dan mencoba menguasai perkembangan teknologi informasi yang dinamis. Teknologi yang dikuasai saat lulus, akan terus berkembang dengan pesat, dan itu harus diikuti sesuai kebutuhan masing-masing, memiliki kompetensi, skill dan keahlian sesuai bidang ilmu yang digeluti. Dan secara personal, diharapkan para wisudawan tetap memperkuat skill yang dibutuhkan di era Revolusi Industri 4.0 saat ini sehingga mampu bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif.
Pernyataan tersebut disampaikan Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta, Prof Edy Suandi Hamid dalam upacara Wisuda Sarjana (S1) ke-59 tahun akademik 2020/2021 UWM Yogyakarta di Pendopo Agung UWM nDalem Mangkubumen KT III/237 Yogyakarta, Sabtu (16/10/2021) pagi.
“Cendekiawan baru dari Universitas Widya Mataram, yang diharapkan dapat berkontribusi dalam membangun bangsa ini dengan mengimplementasikan ilmunya untuk membantu masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan dan tantangan yang semakin kompleks. Hampir semua sektor kehidupan kita berbasis teknologi, baik aktivitas pendidikan, ekonomi maupun pemerintahan sebagai upaya mengurangi kontak fisik untuk pencegahan penyebaran Covid-19,” kata Prof Edy Suandi Hamid.
Edy Suandi lebih lanjut, dalam situasi seperti ini tentu harus meningkatkan daya juang, kemampuan literasi dan kreativitas serta kemauan mengasah ketajaman berpikir, membangun komunikasi dan selalu update informasi. Menurut dia, keterampilan yang diperlukan adalah Communication, Collaboration, Creativity, Critical Thinking sehingga mampu untuk berkompetisi dalam persaingan global yang terus berjalan sekarang ini.
"Wisudawan memasuki era baru, yang menuntut kemampuan adaptasi, jangan menjadi seseorang yang mudah menyerah dan mudah
puas, tetapi jadilah seseorang yang terus berusaha sampai titik puncak (climber). Sebagai lulusan di era perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu pesat ini, para wisudawan wajib memiliki kemampuan adaptif dan fleksibilitas. Kemampuan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi menjadi ciri dunia kerja di era digital,"beber dia.
Dijelaskannya, pengetahuan dan teknologi yang dikuasai bisa saja cepat usang. Akibatnya kita tertinggal dengan perubahan yang terjadi, dan ini bukan saja menurunkan produktivitas. Namun ini juga bisa membuat kehilangan pekerjaan, karena saat ini banyak lapangan kerja berbasis kontrak, sehingga setiap saat bisa terjadi rasionalisasi.
"Data riset yang ada, misalnya dari McKinsey, 75-375 juta tenaga kerja beralih profesi atau pekerjaan, dan menurut Gartner ada 1,8 juta pekerjaan digantikan artificial intelligence. Dengan perkiraan itu, bisa dibayangkan bagi yang tidak gampang beradaptasi karena kurangnya penguasaan teknologi pasti akan terancam, dan potensial menjadi pengangguran. Sehingga harus siap menambah soft skills,” ungkap dia.
Momen wisuda bertepatan dengan Dies Natalis ke-39 ini, diikuti oleh 93 wisudawan/wisudawati dari berbagai Program Studi (Prodi), terdiri dari 23 orang dari Prodi Manajemen, 5 orang dari Prodi Akuntansi, 19 orang dari Prodi Ilmu Hukum, 15 orang dari Prodi Ilmu Administrasi Publik, 6 orang dari Prodi Sosiologi, 8 orang dari Prodi Arsitektur, 10 orang dari Prodi Teknik Industri dan 7 orang dari Prodi Teknologi Pangan.
Kinerja dan langkah maju menandai perkembangan positif bagi UWM, penantian panjang untuk memiliki kampus baru yang representatif segera terwujud. Pada 5 September 2021 lalu telah dilakukan peletakan batu pertama pembangunan kampus UWM oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Mataram sekaligus sebagai Gubernur DIY didampingi oleh Prof Dr Moh. Mahfud MD sekalu Ketua Yayasan Mataram yang menjabat sebagai Menko Polhukam RI, GKR Mangkubumi, Prof Dr Didi Achjari
Kepala LLDIKTI Wilayah V DIY dan Rektor Universitas Widya Mataram, Prof D Edy Suandi Hamid.
Dalam waktu dekat akan dibuka Prodi Pascasarjana Ilmu Hukum di UWM dan saat ini telah pengantongi rekomendasi dari L2DIKTI V sudah diberikan dan saat ini proses di Ditjen Dikti untuk evaluasi lebih lanjut.
