Raup Keuntungan Rp 50 Juta, Penjual Tiket Fiktif Konser Coldplay Kini Dibui

share on:
Tersangka (tengah) saat dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolresta || YP-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Polresta Yogyakarta berhasil mengungkap kasus penjualan tiket konser grup band Coldplay yang diduga merupakan tiket fiktif. Pelakunya, RE alias Sisca (40) warga Kabupaten Sleman, meraup keuntungan mencapai Rp 50 juta.

“Kasus ini kami ungkap setelah ada laporan korban Destiana MP,” kata Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, AKP MP Probo Satrio, Kamis (30/11/2023).

BACA JUGA: Penayangan Perdana 10 Film Pendek Terpilih Indonesiana Kompetisi 2023 di JAFF ke-18

Konser Coldplay digelar pada 15 November 2023 di Jakarta. Jauh-jauh hari sebelum pergelaran, tersangka melakukan aksinya menjual tiket secara online kepada para korban dengan harga berbeda sesuai dengan kelasnya mulai dari Rp 2,1 juta untuk kategori lina, Rp 3,9 juta untuk kategori 3, hingga tiket dengan harga Rp 5,9 juta untuk kursi baris ke-14.

“Tiket yang ditawarkan pelaku kepada korbannya hanya tiket fiktif,” kata AKP Probo,

BACA JUGA: Dugaan Korupsi BUKP Pandak, Kuasa Hukum Tersangka Nyatakan Kliennya Koperatif 

Korban merasa ada kejanggalan, sehingga ingin membatalkan pemesanan tiket. Menurut keterangan pelaku sempat membuat kesepakatan dengan salah satu korban untuk pengembalian uang pembayaran tiket. Lantaran uang pembelian tiket tidak kunjung dikembalikan akhirnya korban memilih jalur hukum dengan melaporkan kasus ini ke Polresta Yogyakarta

“Namun ketika para korban menanyakan terkait refund uang pembayaran tiket tersebut, pelaku selalu menjawab dengan alasan uang dari promotor belum diterima oleh pelaku,” ungkap dia.

BACA JUGA: KPK akan Berhentikan Tetap Firli Bahuri Jika Sudah Berstatus Terdakwa

Dalam menjalankan aksinya, pelaku sempat mengaku punya kenalan pada event organizer yang berhubungan langsung dengan penyelenggaraan konser tersebut.

“Menurut pengakuan tersangka, uang hasil penipuan digunakan untuk membayar hutang dan untuk trading mata uang kripto,” ujarnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 378 KUHP. “Tersangka dijerat dengan pasal 378 KUHP diancam pidana penjara selama 4 tahun,” tandasnya. (Opo)

 

 

 

 

 


share on: