Raker KONI Bantul, Joko Purnomo: Perhatikan Nasib Atlet Agar Tak Hengkang ke Luar Daerah

share on:
Wakil Bupati Bantul Joko B Purnomo (tengah) bersama jajaran pengurus KONI Bantul sesaat sebelum Raker, Sabtu (20/3/2021) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Wakil Bupati Bantul, Joko B Purnomo meminta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bantul memerhatikan nasib para atletnya. Sehingga mereka tidak hengkang menjadi atlet di darah luar Bantul. Melainkan tetap menjadi atlet Bantul yang handal.

Harapan tersebut disampaikan Wabup Joko B Purnomo saat membuka Rapat Kerja Komite Olahraga Nasional Indonesia (Raker KONI) Bantul yang berlangsung di Gedung Parasamya Bantul, Sabtu (20/3/2021). Raker kali ini lebih fokus pada persiapan menghadapi Porda XVII Tahun 2022.   

"Kita semua berupaya agar bisa mengandalkan atlet-atlet lokal dalam Pekan Olahraga Daerah (Porda) tahun depan,” kata Joko B Purnomo.      

Ditegaskan, meraih prestasi tidak bisa dilakukan secara instan dengan 'ngebon' pemain dari luar Bantul untuk dijadikan atlet. Melainkan harus mengandalkan atlit dari daerahnya sendiri.

Fenomena sistem mengontrak pemain luar daerah untuk meraih prestasi terbaik sudah banyak ditempuh oleh kabupaten atau kota dalam kejuaraan olahraga antar daerah. Itu apabila berhasil menjadi juara sebagai juara yang semu. Sebab atletnya bukan asli Bantul.

Raker KONI ini digelar untuk menyambut Porda DIY 2022 yang akan berlangsung di Sleman, maka barus serius dalam upaya meraih prestasi. Jika pada Porda 2019 lalu di Kota Yogyakarta, Bantul hanya menempati posisi nomor dua dibawah tuan rumah sebagai juara umum, maka nantinya Bantul harus meningkat prestasinya (juara umum).

“Bantul sebagai daerah dengan banyak melahirkan atlet berprestasi. Saya menyadarinya bahwa faktanya sarana prasana pendukung latihan bagi atlet masih belum memadai. Sehingga wajar jika atlet meminjam sarana prasana dari daerah lain. Bahkan banyak atlet Bantul yang memilih berlatih di daerah lain mendapatkan perhatian dan pembiayaan dari daerah tempat berlatih. Tapi Ketika berlaga, akhirnya mereka membela daerah itu, bukan membela Bantul,” lanjutnya.

Karena itu, Pemkab Bantul bakal melakukan pendataan para atlet berprestasi asli Bantul. Kemudia untuk diajukan supaya memperoleh penghargaan serta imbalan karena berhasil mengharumkan Bantul.

Penghargaan yang diberikan nantinya bisa berupa materi atau diangkat menjadi pegawai harian lepas, misalnya. sehingga atlet  bisa lebih nyaman dan semnagat berlatih.

Pada kesempatan sama, Ketua KONI DIY, Joko Pekik Irianto, menyatakan, meraih prestasi dalam ajang olahraga tidak bisa dilakukan secara instan dengan menempuh mengontrak pemain dari daerah lain. Sekalipun

"ngebon" atlet berprestasi dari daerah lain adalah sah, akan tetapi secara moralitas kuang baik. Lebih baik mencari dan membina atlit asal daerahnya sendiri (Bantul).

“Kendatipun cara itu masih  dilakukan oleh daerah , namun saat ini pemerintah telah membuat peraturan ketat untuk meminimalisir praktek ngebon atlet. Berbeda jika atlet tersebut berpindah domisili ke daerah lain demi meningkatkan prestasi. Itu masih diperbolehkan. Tapi jika mengontrak, maka jadi kurang baik,” ujarnya. (Supardi)

 


share on: