Putri Buruh Tani Raih IPK Tertinggi UNY

share on:
Ririn Susanti peraih IPK teringgi wisuda UNY periode Juni 2021, Sabtu (26/6/2021) || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Wisuda Doktor, Magister, Sarjana dan Diploma Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) periode Juni dilaksanakan pada Sabtu (26/6/2021).

Dalam wisuda tersebut, Ririn Susanti dari prodi Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi berhasil meraih indeks prestasi tertinggi untuk jenjang S1 yaitu 3,93. Warga Klangkapan, Margoluwih, Seyegan, Sleman tersebut mengisahkan saat ingin kuliah dia sempat berpikir ulang terkait dengan niat tersebut.

“Saya menyadari bahwa biaya untuk melanjutkan ke perguruan tinggi tidaklah sedikit,” katanya.

Ririn menuturkan, bahkan terkadang banyak orang yang meragukan niat tersebut karena ia hanya berasal dari keluarga sederhana. Orang tuanya, Bawon Saseno, seorang buruh tani dan Wasiyah tidak bergelar sarjana.

Atas saran orangtuanya, Ririn memilih sekolah di SMKN 1 Godean program studi Akuntansi, dan ternyata ini adalah pilihan yang tepat karena gadis kelahiran Temanggung, 3 Juli 1998 tersebut menyukainya, padahal pada saat itu nilai UN yang didapatnya cukup untuk masuk SMA Negeri. Saat kelas tiga SMK, guru-guru juga sering memberikan arahan untuk melanjutkan pendidikan. Mereka mengatakan bahwa dia bisa masuk ke perguruan tinggi dengan beasiswa Bidikmisi. Namun pada saat tahun kelulusannya Ririn kurang beruntung tidak dapat menembus PTN yang diinginkannya melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN. Ia kemudian memutuskan untuk bekerja pada salah satu perusahaan distributor di Yogyakarta.

Setelah bekerja selama satu tahun sebagai staff accounting, Ririn melihat pengumuman pendaftaran SBMPTN dan semangatnya untuk melanjutkan studi timbul kembali. Orang tuanya menyetujui karena mereka sangat mengutamakan pendidikan bagi anaknya.

Alhasil Ririn belajar kembali secara otodidak. Setiap harinya dia luangkan waktu untuk belajar saat istirahat di kantor. Ririn bersyukur karena rekan kerja banyak memberikan dukungan untuk saya. Dengan hanya berbekal waktu yang singkat, dia pun mengikuti tes SBMPTN dan Ujian Masuk salah satu PTN di Yogyakarta. Usaha tidak pernah mengkhianati hasil, Ririn diterima di dua PTN di Yogyakarta melalui jalur SBMPTN dan Ujian Mandiri, dan dia memilih untuk melanjutkan studi di Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi UNY melalui jalur SBMPTN.

Ririn mengisahkan, alasan lain mengapa dia lebih memilih untuk kuliah di UNY juga tidak terlepas dari pengalaman menjadi delegasi lomba akuntansi saat masih di SMK. Lomba tersebut adalah Lomba Cerdas Cermat Akuntansi (LCCA) yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Akuntansi UNY. Pengalaman saat bekerja justru menjadi penunjang saat belajar di bangku perkuliahan. Ketika diminta dosen untuk mengerjakan tugas, Ririntidak merasa kesulitan untuk mengaitkan teori dan praktik yang sebenarnya. Pembelajaran menjadi lebih mudah karena pernah mempraktikan secara nyata di lapangan.

Hal unik lain yang terjadi ketika Ririn mengetahui bahwa lawan sekolah saat SMK kini berkuliah di tempat yang sama. “Dan karena kami sering menjadi peserta lomba akuntansi saat SMK, kemudian teman saya mengusulkan agar kami membentuk sebuah tim lomba,” ungkapnya.

Kolaborasi rival yang bersatu menjadi partner pun berhasil membuahkan hasil dimana mereka dapat memenangkan beberapa lomba akuntansi. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk membangun kerjasama tim karena memang sejak SMK  sudah sangat mengenal bagaimana seluk beluk dari lomba akuntansi.

Ririn mengatakan sebagai mahasiswa bidikmisi sudah sepatutnya dia harus mempertahankan performa akademik dan juga berkontribusi positif dalam berbagai kegiatan di luar perkuliahan. IPK yang didapat adalah salah satu wujud dari tanggung jawab moral kepada negara yang telah membiayai studi serta aktif berorganisasi merupakan langkah untuk memberikan sumbangsih dan berkontribusi bagi lingkungan sekitar. Dia berharap agar semakin banyak anak di Indonesia yang mampu melanjutkan studi sampai jenjang pendidikan tinggi melalui beasiswa Bidikmisi maupun beasiswa lainnya. “Semoga akses pendidikan juga dapat dirasakan oleh semua kalangan hingga anak di pelosok negeri karena bagaimanapun pendidikan merupakan salah satu usaha yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk menjadi generasi yang cerdas, unggul, dan berbudi luhur,” tutup Ririn. (*)

 


share on: