Yogyapos.com (SLEMAN) - Ada yang istimewa dari PT Mega Andalan Kalasan (MAK). Perusahaan yang memproduksi alat kesehatan ini memiliki misi membangun citra dunia industri yang memakmurkan masyarakat. Bukan hanya tertulis tapi diwujudkan dengan aksi nyata.
Setelah awal tanun 2024 lalu memberikan bantuan biaya pendidikan bagi warga yang nunggak SPP, kali ini perusahaan tersebut berbagi bansos beras. Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan oleh Boentoro selaku komisaris utama di Griya MAK, Kalasan Sleman.
Dalam sambutannya, Boentoro mengungkapkan beras yang dibagikan kepada warga tidak mampu tersebut, merupakan sumbangan dari karyawan MAK. “Beras ini sumbangan dari karyawan yang rela dipotong 2 kilo dari jatah yang diterima tiap bulan,” katanya kepada yogyapos.com, Sabtu (6/4/2024).
BACA JUGA: PRNU Panjang Rejo Bukber dan Salurkan Bantuan Rp 18.800.000 kepada 47 Anak Yatim
Apa yang dilakukan karyawan MAK tersebut, patut mendapatkan apresiasi positif. Hal ini menjadi bukti bahwa karyawan juga memiliki kepedulian sosial dalam rangka mendukung misi perusahaan memakmurkan masyarakat.
Sebanyak 200 warga tidak mampu yang berasal dari lingkungan perusahaan dan karyawan mendapat paket beras sebanyak 6 kg tiap bulan.
“Mereka akan menerima bantuan dari bulan April Mei dan Juni,” lanjut Boentoro.
BACA JUGA: Kenneth Trevi Kampanye Antiperundungan Lewat 'Anti Bully' dan 'Jangan Bully' Karya Rulli Aryanto
Pembagian bansos tersebut, ternyata didasari karena kondisi riel masyarakat yang dihimpit permasalah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Bahkan untuk kebutuhan pokok harian mereka.
Dari hasil survai tim yang terjun ke masyarakat, akhirnya diputuskan untuk meluncurkan banson beras. Kali ini yang menjadi sasaran bukan hanya warga miskin yang berada di lingkungan perusahaan berada, tapi juga berasal lingkungan karyawan tinggal. Karyawan boleh mengusulkan tetangga yang layak dibantu, dan akhirnya terkumpul sejumlah 200 warga tersebut.
BACA JUGA: Tol Fungsional Yogya-Solo, Ini yang Perlu DIketahui Pemudik
Diungkapkan Boentoro, manajemn MAK sadar betul bahwa bansos beras tersebut tidak sepenuhnya mengatasi masalah yang dialami para penerima bantuan. Tapi dengan program ini, perusahaan memiliki database bagaimana kondisi ekonomi masyarakat yang berada di lingkungan perusahaan berada.
Dengan data tersebut, MAK akan merumuskan rencana program yang bisa membantu masyarakat meningkatkan ekonomi, harkat dan martabatnya. “Kami sedangkan berupaya membuatkan program yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, “ tandas Boentoro.
Beberapa program tersebut, antara lain penciptaan lapangan kerja yang sesuai dengan masyarakat dan kebutuhan perusahaan. Bisa juga program produktif yang bernilai ekonomi.
BACA JUGA: Kapolda DIY Gagas Polmas Kawasan Pendidikan
Selain bansos beras, MAK juga sedang menyiapkan bantuan untuk pembayaran tunggakan iuran BPJS mandiri dan pembayaran iuran BPJS mandiri bagi masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi. Tentu saja melalui tahapan yang ketat agar tepat sasaran.
Dengan rencana program tersebut, maka diharapkan dapat mengurangi atau menghapuskan tingkat kemiskinan dan pengangguran khususnya di Kapanewon Kalasan dan Prambanan.
Boentoro menegaskan demi keberhasilan program tersebut, pihaknya memerlukan dukungan dari pemerintah dari tingkat kelurahan, kaapanewon hingga kabupaten Sleman. (Gigin)
