Prof Edy Suandi Hamid: Tak Ada Strategi Tunggal Pemulihan Ekonomi

share on:
Rektor UWM Yogyakarta, Prof Dr Edy Suandi Hamid M Ec ketika menjadi narasumber dalam diskusi virtual ‘Strategi Pemulihan Ekonomi Dalam Masa Pandemi’ Forum 45, Jumat (24/9/2021) || YP-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Setelah hampir 2 tahun diterpa pandemi Covid-19, kondisi ekonomi nasional sudah menunjukkan tanda-tanda kebangkitan pada kuartal II 2021. Perbaikan ini tentu menimbulkan sikap optimisme dari semua pemangku kepentingan di tengah upaya pemulihan perekonomian nasional. 

Penegasan tersebut disampaikan Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta, Prof Dr Edy Suandi Hamid MEc saat menjadi narasumber dalam diskusi bertajuk ‘Strategi Pemulihan Ekonomi Dalam Masa Pandemi’ yang digelar Forum 45 melalui aplikasi zoom, Jumat (24/9/2021). 

Diskusi juga menghadirkan beberapa narasumber lain di antaranya Prof Guru Besar UGM Prof Indra Bastian MBA PhD, Wakil Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia Dr Ferry Juliantoro, Ketua Departemen Perempuan Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia Dian Septi Trisnati, Ekonom dan Analis APBN Awalil Rizky dan Akademisi UGM A Akbar Susanto SE MPhil PhD.

Prof Edy menjelaskan, kemunculan Varian Delta Covid-19 menjadi tantangan global 2021, semua negara menghadapi kontraksi ekonomi termasuk negara maju dengan tingkat vaksinasi tinggi. Dalam konteks ekonomi Indonesia, pandemi Covid-19 telah menghantam perekonomian nasional dari berbagai indikator makro sosial-ekonomi, seperti pertumbuhan ekonomi yang negatif, kesempatan kerja yang terbatas, kemiskinan meningkat, Gini Rasio melebar, konsumsi masyarakat anjlok dan sebagainya. 

“Untuk memperbaiki perekonomian nasional, maka setiap jalur pertumbuhan ekonomi yang berkualitas harus didorong,” jelasnya.  

Meski sudah tampak melewati puncak gelombang kedua, lanjutnya, namun kewaspadaan harus terus di jaga di tengah ketidakpastian yang masih sangat tinggi dari Covid-19. Pada satu sisi, adanya pertumbuhan ekonomi di Indonesia dapat membangun optimisme kita. 

Hal itu tampak dari adanya berbagai sektor yang mulai menunjukkan perbaikan secara bertahap sampai Triwulan I dan 2021. Angka Statistik yang membaik terlebih saat peetumbuhan ekonomi tumbuh 7,07% pada Triwulan II 2021.

Menurutnya, untuk pemulihan ekonomi tidak ada strategi yang tunggal, tergantung dari asumsi-asumsi tentang Covid-19 itu sendiri misalnya tentang kapan berakhirnya Covid-19 dan sejauh mana kedigdayaan vaksin. 

“Setiap kebijakan dari pemangku kepentingan harus saling bersinergi satu sama lain dalam mendorong ekonomi nasional agar dapat keluar dari resesi. Program vaksinasi juga harus terus digalakkan dan akseleratif, kesuksesan dalam vaksinasi yang berkualitas handal akan sangat membantu kebangkitan ekonomi berkelanjutan,” terangnya.

Upaya-upaya pemulihan ekonomi, dia menambahkan, akan semakin cepat mewujud jika ada political will dan political action yang mengarah pada pertumbuhan yang berkualitas dan berkeadilan. Ini dapat terjadi kala tatakelola pmerintahan yang baik betul-betul dijalankan. Utamanya berkurangnya praktik penyalahgunaan kekuasaan dan memanfaatkan kebijakan pemerintah untuk kepentingan kelompok berkuasa. (*/Met)

 

 


share on: