Yogyapos.com (SLEMAN) - UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta resmi memulai fase awal pengembangan Kampus II di Pajangan, Bantul. Di tahap awal ini dimulai pekerjaan pengerasan tanah dan pembangunan akses jalan yang membelah kampus dari ujung barat sampai timur
BACA JUGA: Eks Jampidsus Resmi Ditahan di Rutan KPK, Tanpa Rompi Tahanan dan Tak Diborgol
Proses pembangunan awal itu dilaksanakan pada Kamis (23/7). Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Noorhaidi Hasan beserta jajaran pimpinan universitas, Panewu Pajangan Anjar Arintaka, Lurah Guwosari Masduki Rahmad, tokoh masyarakat, serta berbagai pihak yang sejak awal turut mengawal proses pengembangan Kampus II.
BACA JUGA: Sarana Irigasi Pertanian, Embung Kaliaji Turi Disulap Jadi Destinasi Wisata Populer
Pada ada tahap awal, universitas akan pembangunan gedung Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan yang sekaligus dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas akademik unit lain sesuai perkembangan institusi. Selanjutnya, pembangunan kawasan Kampus II akan dilaksanakan secara bertahap mengikuti kesiapan program dan dukungan pemerintah.
BACA JUGA: Ada Rehabilitasi Irigasi Gempolan, Arus Lalin di Jalan Wahidin Bantul Dialihkan
"Sebagai bagian dari komitmen memulai pembangunan Kampus II, UIN Sunan Kalijaga menyiapkan pembangunan infrastruktur dasar sebagai prasyarat pembangunan gedung pertama," kata Noorhaidi dalam keterangan resmi kampus, Sabtu (25/7/2026).
"Sesuai arahan Bappenas, tahap awal difokuskan pada pembangunan jalan akses sepanjang 475 meter dengan lebar 14 meter untuk membuka akses menuju kawasan pengembangan kampus," lanjutnya.
BACA JUGA: Bengkel Sepeda di Bantul Ludes Terbakar, Diduga Berawal dari Lilin Saat Listrik Padam
Dia mengatakan perjalanan panjang pengembangan Kampus II telah dirintis sejak sekitar tahun 2012–2013. Setelah melalui berbagai proses, kawasan Pajangan dipilih sebagai lokasi pengembangan atas dukungan Sri Sultan Hamengku Buwono X yang memandang wilayah selatan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai kawasan yang memiliki prospek pertumbuhan di masa depan.
BACA JUGA: Silaturahmi dengan Sri Sultan HB X, Menteri LH Jumhur: Kita Harus Mengayomi Lingkungan
Dia menjelaskan, seluruh proses pengadaan lahan untuk Kampus II telah diselesaikan pada 2021. Kampus II ini, kata Noorhaidi, bukan sekadar perluasan ruang fisik universitas. Kawasan ini diproyeksikan menjadi wajah baru UIN Sunan Kalijaga yang mengintegrasikan keunggulan akademik dengan keberlanjutan lingkungan melalui konsep forest campus.
BACA JUGA: Safari Jumat di Masjid Al Mukarom, Danang Salurkan Bantuan Rp 22.569.000
"Dalam sepuluh tahun ke depan, insyaallah kawasan ini akan menjadi kawasan yang sangat indah. Konsepnya adalah forest campus, dengan tetap menjaga dan tidak mengubah kehijauan lingkungan yang sudah ada," katanya.
Melalui konsep forest campus, pengembangan Kampus II dirancang agar pertumbuhan infrastruktur berjalan berdampingan dengan pelestarian lingkungan. Pendekatan ini akan menghadirkan kawasan akademik yang modern tanpa menghilangkan karakter hijau yang telah menjadi bagian dari kawasan tersebut.
BACA JUGA: Kolaborasi Universitas Amikom dan Kalurahan Condongcatur Perkuat Kompetensi Pendidik PAUD
Sementara itu, Lurah Guwosari Masduki Rahmad menilai perkembangan tersebut menjadi jawaban atas harapan masyarakat yang selama bertahun-tahun menunggu realisasi Kampus II.
"Kami bersyukur karena pengembangan Kampus II kini memasuki tahap implementasi. Harapan kami, pembangunan ini tidak hanya memperkuat UIN Sunan Kalijaga sebagai institusi pendidikan, tetapi juga membuka peluang kemajuan bagi masyarakat Guwosari," katanya.
BACA JUGA: Sultan HB X Resmikan Laboratorium Alam De Britto, Romo Pitoyo: Ruang Membentuk Orang
Dia optimistis kehadiran Kampus II akan membuka ruang kolaborasi yang semakin luas antara UIN Sunan Kalijaga dan masyarakat Guwosari, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan bersama melalui berbagai kontribusi yang saling menguatkan. (Jhw)
