Yogyapos.com (SLEMAN) - Tim Peneliti dari Pusat Studi Sumberdaya dan Teknologi Kelautan (PSSTK) Universitas Gadjah Mada mengembangkan inovasi produk kosmetik lulur mandi berbasis garam laut dan bahan alami. Produk yang dinamakan Lumare atau Cahaya dari Laut ini, menggunakan bahan baku utama produk berasal dari garam pantai selatan yang memiliki kualitas yang cukup bersih dan alami.
BACA JUGA: Eks Jampidsus Resmi Ditahan di Rutan KPK, Tanpa Rompi Tahanan dan Tak Diborgol
Ketua tim Peneliti Prof Ir Leni Sophia Heliani ST MSc DSc IPU, mengatakan pengembangan produk inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas garam rakyat melalui diversifikasi produk bernilai ekonomi tinggi.
“Dalam inovasi produk kosmetik ini, garam berperan untuk proses eksfoliasi mengangkat sel-sel kulit mati dan menghilangkan kotoran dari permukaan kulit,” kata Leni dalam keterangannya, Sabtu (25/6/2026).
BACA JUGA: Saparan Ki Ageng Wonolelo, Masyarakat Berebut 1,5 Ton Apem
Dosen Teknik Geodesi UGM ini menyebutkan, Lumare menghadirkan varian kopi untuk mengembalikan energi tubuh dan kesegaran kulit, serta varian Matcha untuk detoksifikasi total dan ketenangan jiwa. “Dua kebaikan alam, satu solusi kulit berkilau khas Yogya," ujarnya.
BACA JUGA: Ada Rehabilitasi Irigasi Gempolan, Arus Lalin di Jalan Wahidin Bantul Dialihkan
Inovasi yang dikembngakan tim peneliti UGM menurut Leni merupakan upaya untuk menjawab anjuran Pemerintah melalui Perpres No. 17 Tahun 2025 mendorong hilirisasi garam nasional menjadi produk bernilai tambah, termasuk kosmetik.
Adapun pemilihan sumber bahan baku alami dari garam pantai Selatan dinilai memiliki kualitas yang baik, dihasilkan melalui proses yang bersih dan alami, sehingga berpotensi menjadi bahan baku kosmetik premium.
BACA JUGA: Bengkel Sepeda di Bantul Ludes Terbakar, Diduga Berawal dari Lilin Saat Listrik Padam
Menurutnya, pengembangan Lumare tidak hanya berorientasi pada inovasi produk kosmetik, tetapi juga bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas garam rakyat melalui diversifikasi produk bernilai ekonomi tinggi terutama untuk produk kosmetik.
"Tren konsumen semakin mengarah pada produk perawatan tubuh yang alami, aman, dan ramah lingkungan,” paparnya.
BACA JUGA: Sarana Irigasi Pertanian, Embung Kaliaji Turi Disulap Jadi Destinasi Wisata Populer
Dikatakan Leni, garam berperan untuk proses eksfoliasi mengangkat sel-sel kulit mati dan menghilangkan kotoran dari permukaan kulit. Melalui produk Lumare Salt Body Scrub, menggunakan garam laut berkualitas tinggi yang diproduksi oleh petani garam Pantai Selatan sebagai bahan utama eksfoliasi alami untuk membantu mengangkat sel-sel kulit mati.
BACA JUGA: UIN Sunan Kalijaga Yogya Mulai Pembangunan Kampus II di Bantul
“Produk ini melalui uji iritasi kulit atau dermatologically tested untuk membantu memastikan keamanan penggunaan pada kulit,” jelasnya.
Terkait pengembangan produk ini, pihaknya melakukan Focus Group Discussion (FGD) Riset Pasar dan Validasi Produk Lumare pada Sabtu (11/7) lalu di Fakultas Teknik UGM. Kegiatan FGD ini merupakan bagian dari rangkaian penelitian dalam pengembangan inovasi berbasis garam lokal yang bertujuan memperoleh masukan dari berbagai pemangku kepentingan mengenai potensi pasar, strategi pengembangan, serta validasi produk sebelum memasuki tahap hilirisasi dan komersialisasi.
BACA JUGA: Indonesia-Turki Sepakati Joint Action Plan: Wujudkan Pasar Kerja Inklusif
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta, R. Hery Sulistio Hermawan SPi MT, mengapresiasi upaya tim peneliti dalam mengembangkan inovasi berbasis garam lokal. Ia Juga menekankan pentingnya sinergi berbagai pihak untuk mendukung keberlanjutan hasil penelitian.
BACA JUGA: Kolaborasi Universitas Amikom dan Kalurahan Condongcatur Perkuat Kompetensi Pendidik PAUD
“Kolaborasi berbagai pihak antara perguruan tinggi, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat berperan penting dalam mendorong hilirisasi hasil penelitian agar bermanfaat bagi masyarakat luas,” ungkapnya. (*/Jhw)
