PRAMBANAN JAZZ FESTIVAL 2019 : Yani dan Callum Scott Dipastikan Hadir

share on:
CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi | YP/Sulistyawan

Yogyapos.com (SLEMAN) – Pagelaran musik yang menggabungkan keindahan nada-nada musik dan mahakarya bangunan Candi Prambanan Jazz Festival(PJF) tahun ini akan kembali digelar. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, konsep PJF akan dikemas lebih millenial dengan tanpa meninggalkan ciri khas-nya sebagai pagelaran musik berkelas dunia.

Menurut rencana PJF 2019 akan digelar selama 3 hari pada 5-7 Juli 2019 di Komplek Taman Wisata Candi Prambanan, dengan menghadirkan sejumlah artis berkelas dunia seperti  Yanni, Anggun C Sasmi, Callum Scott, Brian  Mc Knight serta sejumlah musisi dan artis papan atas lainnya

CEO Rajawali Indonesia Anas Syahrul Alimi mengungkapkan bahwa, dalam PJF 2019 ini akan dihadirkan  Panggung Millenail yang menampilkan sederet musisi masa kini. Tujuannya agar dapat memberikan satu persembahan yang spesial untuk anak muda masa kini yang  berniat ingin menikmati sajian musik istimewa berkelas dunia. 

“Panggung Millenial ini kita adakan agar  generasi millenial juga dapat menikmati suasana konser. Mereka dapat menikmati keindahan Candi Prambanan dimalam hari seraya menikmati musik yang sesuai dengan usianya,“ ujar Anas kepada yogyapos.com  di Komplek Ramayanan Open Teater Prambanan, Jumat (15/3/2019). 

Dijelaskan Anas, nantinya para artis akan tampil dalam dua panggung berbeda yang diberi nama sebagai Panggung Roro Jonggrang dan Panggung Hanoman. Dan pagelaran ini akan digelar sejak sore hari hingga tengah malam. 
Dirut PT TWC  Edy Setijono dan CEO Rajawali Indonesia Anas Syahrul Alimi | YP/Sulistyawan

Sementara itu, terhadap tampilnya Musisi Giani Chrissomalis atau Yani, pada PJF 2019 ini dipastikan akan tampil berbeda. Selain membawakan sejumlah repertoar hits-nya Yani juga akan berkolabarasi dengan sejumlah musisi Indonesia sehingga pagelaran PJF 2019 akan terasa sangat spesial.

“Mengenai akan kolaborasi dengan siapa? Nanti kita lihat saja,“ ujar Anas.

Sementara itu, Direktur Utama Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Edy ‘Tiyok’ Setijono mengungkapkan, penyelenggaraan PJF 2019 merupakan salah satu upaya diplomasi budaya dengan sejumlah negara di dunia. Harapannya, melalui pagelaran ini dapat berdampak pada kunjungan wisatawan khususnya wisatawan mancanegara ke wilayah Yogyakarta dan sekitarnya . 

“Yani yang harusnya tampil tahun lalu terpaksa kita tunda jadi tahun ini karena sesuatu hal. Tapi saat penudaan tersebut ternyata banyak yang kecele, karena tidak memeriksa notifikasi yang kita kirimkan,“ ujar Tiyok. 

Tiyok menambahkan, PJF 2019 ini merupakan wujud dari kerjasama inovasi semua pihak sebagai bentuk dari kreatifitas BUMN dalam melayani masyarakat. Karena itu, dipilihkan konsep Millenial ini sebagai perwujudan bahwa TWC selalu bekerja dan melayani sesuai dengan perkembangan jaman.  (Sulistyawan)  

 

 

 

 

 

 


share on: