Pokdarwis Selopamioro Pertanyakan Kehadiran PT Heha, Bupati Janji Mencermati Cari Solusi

share on:
Bupati Bantul Drs H Abdul Halim Muslih || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kalurahan Selopamioro Kapanewon Imogiri Kabupaten Bantul mempertanyakan PT HeHa selaku investor proyek perluasan destinasi wisata di Padukuhan Jetis Rt 4 Kalurahan ini. Termasuk tentang pengelolaan parkir di atas lahan sepanjang 1,5 km. 

“Kami mempertanyakan kejelasan dan keberadaan PT HeHa. Apakah itu akan menguntungkan? Sebab menurut hemat kami tidak mesti akan menguntungkan kami. Jika bisa memberikan keuntungan kepada Bumdes Selopamioro juga tidaklah seberapa nilainya. Padahal kami juga bisa memberikan keutungan bagi Bumdes yang nilainya sama dengan yang didapat dari HeHa,” ujar Ketua Pokdarwis Kalurahan Selopamioro, Giyanto di Bantul, belum lama ini

Dikatakan, jika HeHa sanggup menghasilkan Rp 100.000 per hari untuk Bumdes. Maka Pokdarwis juga mampu memberikan keuntungan yang sama ke Bumdes.

Giyanto mengungkapkan, PT HeHa disebut-sebut mulai melakukan investasi sejak Lurah Desa Selopamioro masih dijabat oleh Himawan Wahyudi (almarhum). Kini Lurahnya dijabat Sugeng. Pada saat itu memang ada informasi akan ada investasi dari HeHa. Namun tiba-tiba ada survei oleh Camat Imogiri Sri Kayatun dan seakan investasi itu sudah resmi dan berjalan.

“Kami khawatir bahwa keberadaan PT HeHa melakukan pengelolaan proyek tersebut akan merugikan dan menyingkirkan Pokdarwis maupun warga yang mengais rezeki di destinasi wisata Selopamioro. Maka Pokdarwis menginginkan adanya peninjauan atau pencermatan kembali dalam hal kerjasama dengan PT Heha selaku investor,” katanya.

Menanggapi hal itu, salah seorang Komisaris dari PT HeHa, Ari Wibowo, mengatakan pihaknya melakukan investasi san keejasama dengan Pemerintah Kalurahan ada legalitasnya. Ini berdasarkan dan sesuai dengan Pergub DIY Nomor 34/2017 tentang Pemanfaatan Tanah Desa, yang jangka waktunya bisa selama 20 tahun bahkan bisa dilakukan perpanjangan.

“Dalam hal ini kami memiliki legalitas. Sebaliknya apakah Pokdarwis dalam hal ini memiliki legalitas atau tidak,” tukas Ari Wibowo.

Menurut Lurah Desa Selopamioro, Sugeng, tentang kerjasama atau investasi dari PT HeHa bisa dibilang baru berjakan sekitar lima persen. Tentang proses regulasinya juga belum lama berlangsung. Selain itu tidak semua warga menolak investasi PT HeHa. Adanya investasi diharapkan saling menguntungkan bagi investor, Pemerintah Kalurahan (Bumdes) Selopamioro dan masyarakat.

Dalam Kesempatan terpisah, Bupati Bantul H Abdul Halim Musih, mengatakan pihaknya akan mencermati penolakan oleh warga terhadap rencana investor PT HeHa ke Selopamioro. Prinsipnya harus saling menguntungkan bagi masyarakat, kalurahan dan investor. Tidak boleh terjadi hanya menguntungkan sepihak.

“Demi memajukan wilayah, Pemkab Bantul berupaya dan mempermudah investor yang akan berinvestasi ke Bantul. Terutama di sektor industri, pariwisata dan pertanian. Ini semua akan kami dorong,” kata Abdul Halim.

Menurut dia, jika ada ketidak sepahaman antara pihak masyarakat, investor dan pemerintah akan dicari solusinya dengan cara duduk dan berbicara bersama.

Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo, menyatakan pihaknya pada prinsipnya akan mengembangkan pariwisata secara kreatif, aktif dan edukatif sesuia dengan kebijakan dari Pemkab Bantul.(Supardi)


share on: