Yogyapos.com (JAKARTA) - Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) resmi mengukuhkan pengurus baru periode 2026–2031 dalam sebuah acara yang berlangsung di Auditorium Kantor BKN Jakarta, Minggu (26/4/2026).
Pengukuhan dilakukan langsung oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, dan dihadiri oleh jajaran pejabat daerah serta tokoh masyarakat Gunungkidul di perantauan.
BACA JUGA: Sri Purnomo Divonis 6 Tahun Penjara, Terlibat Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Sekretaris Daerah dan jajaran OPD Kabupaten Gunungkidul, Ketua DPRD Gunungkidul, serta perwakilan DPRD DIY Komisi A.
BACA JUGA: Polisi Resmi Tetapkan 13 Tersangka Kekerasan terhadap Anak di Daycare Little Aresha
Hadir pula Kepala Banhubda DIY, Nugrohoningsih, Direktur Benihbaik.com, Anggit Hernowo, jajaran Dewan Pertimbangan, Dewan Pengawas dan Penasehat IKG, Ketua 1 IKG Suyanto, Ketua 2 IKG Aris Suprobo, Ketua 3 IKG Rahmat Sutopo, Ketua 4 IKG Bambang Krisnadi, Ketua 5 Siti Hardjarijah, Ketua 6 IKG Kapten AD. H Suyadi, Sekretaris Jendral IKG Sulardi, pengurus dari 18 kapanewon, 7 korwil, serta perwakilan masyarakat Gunungkidul di wilayah Jabodetabek.
Pengurus IGK periode 2026–2031 || YP-ist
Ketua Umum IKG periode 2026–2031, Saimo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada kepengurusan sebelumnya di bawah kepemimpinan Eddy Sukirman yang dinilai berhasil membangun tata kelola organisasi secara guyub, rukun, dan harmonis sehingga mendorong perkembangan pesat IKG.
BACA JUGA: Urgensi Pengawasan Daycare: Membedah Kasus 'LA' dari Perspektif Perlindungan Konsumen Rentan
Ke depan, Saimo menegaskan komitmennya untuk menjalankan “Sapta Cita IKG” sebagai arah strategis organisasi. Program tersebut mencakup penguatan tata kelola organisasi sesuai AD/ART, pengembangan unit usaha menuju kemandirian, pembangunan sekretariat IKG di Lingkungan Sekolah Budi Harapan, peningkatan soliditas antarstruktur organisasi, penguatan kegiatan di bidang sosial, pendidikan dan olahraga, pelestarian budaya Gunungkidul secara khusus dan jawa secara umum, serta peningkatan sinergi kelembagaan dengan pemerintah daerah di Gunungkidul, Jabodetabek, Provinsi Banten dan wilayah lainnya.
BACa JUGA: Dor! Ini Model Latihan Menembak Prajurit Korem 072/Pmk
Sementara itu, Eddy Sukirman yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas IKG menegaskan bahwa pengurus IKG adalah pelayan bagi sekitar 35 ribu warga Gunungkidul di Jabodetabek. Ia juga menyampaikan bahwa IKG telah berkembang pesat dan juga menjadi “miniatur Gunungkidul” di perantauan dengan struktur organisasi yang lengkap, serta memiliki berbagai aset seperti sekolah, gamelan perunggu, wayang kulit, dan joglo IKG.
Bupati Endah saat memerikan sambutan || YP-ist
Kepala Banhubda DIY, Nugrohoningsih, mengapresiasi konsistensi dan sinergi IKG selama ini. Ia menyebut IKG sebagai salah satu paguyuban terbesar di Indonesia dengan kekuatan solidaritas yang terus terjaga. Pihaknya juga berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan IKG meskipun dengan keterbatasan anggaran.
BACA JUGA: Syawalan FPAY: Guyub untuk Satu Komitmen Kesetaraan Profesi Penegak Hukum
Dari sisi legislatif, perwakilan DPRD DIY Komisi A, D. Radjut Sukasworo menyampaikan harapan agar keberadaan IKG mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan Gunungkidul dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan jumlah anggota yang besar, IKG dinilai memiliki potensi strategis sebagai agen promosi daerah melalui peran aktif seluruh anggotanya.
BACA JUGA: Musrenbang DIY, Gubernur: Seluruh Program Harus Mampu Menutup Kesenjangan Capaian
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menegaskan pengukuhan ini merupakan momentum penting untuk memperkuat peran organisasi dalam membangun daerah.
Ia mengingatkan bahwa pembangunan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mencakup pembangunan mental dan spiritual, sebagaimana yang pernah disampaikan oleh Bung Karno.
BACA JUGA: DLH Sleman Lakukan Uji Emisi Kendaraan Bermotor untuk Kurangi Polusi
“Kontribusi warga Gunungkidul di perantauan sangat penting. Sinergi antara pembangunan di kampung halaman dan dukungan diaspora menjadi kunci kemajuan Gunungkidul ke depan,” ujarnya.
Ia berharap kepengurusan yang baru mampu menjadi wadah yang kuat dalam menjembatani potensi warga perantauan dengan kebutuhan pembangunan daerah.
BACA JUGA: Hari ke-7 Operasional Haji: 34.657 Jemaah Diberangkatkan, Layanan di Madinah Optimal Terintergrasi
Sementara itu, Humas IKG, Tarsih Ekaputra, menyampaikan bahwa IKG saat ini telah berkembang pesat dengan total sekitar 1.600 organ organisasi, yang terdiri dari 18 Koordinator Kapanewon, 7 Koordinator Wilayah, 144 Koordinator Kelurahan, dan 1.431 Koordinator Dusun. (*Met)
