Penggalangan Dana Jambore Stroke Diwarnai Lelang Buku dan Lukisan

share on:
Ketua Panitia AR Iskandar menyerahkan puding khusus kepada seorang perempuan penyandang stroke || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Stroke merupakan bagian dari kardioserebrovaskular yang tergolong penyakit katastropik karena berdampak luas terhadap ekonomi dan sosial. Penyakit ini menjadi penyebab kematian ketiga di dunia, setelah jantung dan kanker.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutannya saat melauncing kegiatan penggalangan dana dalam rangka persiapan Jambore Stroke Indonesia yang berlangsung di Gedung Graha Sarana Vidi Sleman, Kamis (4/8/2022).

Lebih lanjut dalam sambutan tertuis yang diacakan Kepala Dineks DIY, dr Pembayun Setiyaningsieh, Sri Sultan menyampaiakan angka yang cukup mengejutkan bahwa di Indonesia setiap tahun ada pasien stroke yang jumlahnya mencapai 550 ribu pasien. Berdasarkan data riset kesehatan dasar 2018, jumlah pravelensi penderita stroke mencapai 10.9 per satu juta penduduk.

Sementara itu, dana yang dikeluarkan untuk pengobatan setiap tahun juga terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data dari penyelenggara BPJS,  tahun 20016 stroke menghabiskan dana Rp 1.43 triliun, tahun 2017  naik jadi Rp 2.18 triyun, sedangkan tahun 2018 naik lagi menjadi Rp 2.58 trilyun.

Menurut Sri Sultan, penyakit stroke sebenarnya bisa dicegah dengan mengubah perilaku yang lebih sehat. Perilaku yang tidak sehat tersebut adalah konsumsi tembakau, rokok dan alkohol. Selain itu juga akibat dari diet yang tidak sehat.

“Perubahan perilaku sangat penting agar terhindar dari stroke,” kata Sri Sultan.

Dalam acara penggalangan dana ini berhasil terkumpul uang puluhan juta dari donasi lewat lelang beberapa barang seperti lukisan batik  dan buku. Salah satu buku yang dilelang adalah karya Wisnu Wardana (80) yang sudah 20 tahun menderita stroke. Setelah mengikuti terapi yang diadakan Yastroki, Wisnu Wardana menjadi penderita stroke yang produktif dengan menjadi penulis buku.

Sementara lukisan yang dilelang berupa sketsa karya Prof Dr Tulus Warsito. Yang menarik ada lelang lagu dangdut. Siapa yang mau maju nyanyi harus memberikan donasi. Dari donasi lagi terkumpul jutaan rupiah.

Acara launcing jambore Stroke Indonesia yang akan berlangung 28-30 Oktober tersebut juga dilangsungkan seminar online lewat. Dari seminar tersebut banyak muncul inisiatif dari beberapa perguruan tinggi seperti UII yang akan membentuk relawan pendamping stroke.

Ketua Yayasann Stroke Indnesia (Yastroki) Prof Dr Teguh AS Ranakusuma merasa bangga dengan semangat penderita stroke di Yogya yang antusias untuk bisa sembuh. Bahkan ia mengapresiasi seorang penderita stroke yang bisa sembuh dan menjadi penulis buku yang produktif seperti Wisnu Wardana. (Ggn)

 


share on: