Pendukung 7 Calon Lurah Unjukrasa, Putusan MK Tak Bisa Berlaku Surut

share on:
Massa pengunjukrasa di DPRD Sleman mendesak agar 7 calon lurah tetap ikut pemilihan lurah walau ada putusan MK yang membatasi tiga periode jabatan || YP-Agung Dwi Purwanto

Yogyapos.com (SLEMAN) - Puluhan pendukung tujuh calon lurah yang gagal ikut pemelihan lurah, menyusul putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang pembatasan jabatan lurah maksmal 3 periode, mendatangi DPRD Sleman, Rabu (13/10).

Massa pendukung tersebut mendesak agar ketujuh calon lurah tersebut bisa diperjuangkan oleh dewab untuk tetap mengikuti Pemilihan Lurah pada akhir bulan ini. Sebab semua tahapan sudah dilaluinya selama berbulan-bulan dengan mengerahkan tenaga maupun pikiran.

Ketujuh calon lurah yang terancam gagal itu masing-masing H. Imindi Kasmiyanta (Maguwoharjo), Sukarja (Madurejo), Nur Widayati (Selomartani), Suhardjono (Margomulyo), Sardjono (Sendangtirto), H Senaja (Sumberarum) dan Drs Hadjid Badawi (Sendangagung).

Koordinator aksi Tugimanto dari Selomartani kepada yogyapos.com mengungkapkan, pihaknya sengaja mendatangi DPRD Sleman untuk menyampaikan aspirasi pada wakil wakil rakyat agar pemilihan lurah segera dilaksanakan dan calon yang telah ditetapkan dikutsertakan semua. “Menurut kami putusan MK itu multi tafsir. Semua calon sudah ditetapkan sebelum adanya putusan MK. Makanya putusan MK tidak bisa berlaku surut,” katanya seraya meminta tanggal 15 Oktober ada keputusan dari Bupati Sleman untuk melanjutkan pemilihan. Jangan ada penundaan lagi.

Sementara itu beberapa peserta aksi sewaktu mengatakan mendukung pemilihan Lurah dilanjutkan jangan ada penundasn dan semua dikutkan serrtakan karena sudah ditetspkan pads September. "Saya pendukung dari Pak Hadjid Badawi Sendangagung siap mendukung beliau terus maju karena sudah ditetapkan. Jangan sampai diputus di tengah jalan,” seru peserta pendukung calon lurah dari Sendangagung.

Senada disampaikan pula oleh pendukung calur Badawi Suhardjono dari Margomulyo Seyegan. Ia menegaskan mendukung pilur dilanjutkan dengan tetap menyertakan calur terkena imbas dari putusan MK karena  sudah ditetapkan oleh panitia. (Agn) 


share on: