Penderita Covid-19 di Bantul Masih Tinggi, Pemkab Lakukan Langkah-langkan Penanganan

share on:
Ketua Harian Satgas Covid-19 Kabupaten Bantul yang juga Wakil Bupati, Joko B Purnomo menunjukkan data penderita Covid-19 || YP-Ist

Yogyapos.com (BANTUL) - Jumlah penderita Covid-19 di Kabupaten Bantul dinilai masih tinggi yakni 2.965 orang Itu sebanya, Pemerintah Kabupaten ini mempersiapkan sejumlah langkah guna menekan penyebarannya di tengah mayarakat melalui sejumlah cara.

“Langkahnya meliputi pertama mengarahkan kepada masyarakat bila merasa bergejala supaya memeriksakan ke lembaga kesehatan. Kedua melakukan penyekatan melalui jaga warga. Ketiga menyiapkan sikap untuk menerima dan menyalurkan adanya bantuan dari Pemerintah DIY (Paniradyo) untuk penanganan Covid-19. Keempat meningkatkan dan menambah kapasitas rumah sakit dan puskesmas. Kelima mengarahkan agar mereka bersedia isolasi di shelter yang tersedia,” kata Ketua Harian Satgas Covid-19 Kabupaten Bantul yang juga Wakil Bupati, Joko B Purnomo kepada yogyapos.com, Senin (2/8/2021).

Joko berharap masyarakat yang merasa bergejala agar memeriksakannya ke puskesmas atau rumah sakit. Jika memeriksakan ke klinik atau dokter praktek, maka hasilnya positif ataupun negatif dilaporkan serta diketahui oleh puskesmas dan pengurus RT/padukuhan.

“Saya berharap masyarakat tidak takut atau sungkan untuk memeriksakan (tracing)ke lembaga pemeriksaan. Jangan sampai masyarakat justru enggan periksa dan menganggap dirinya dan keluarganya yang penting melakukan isolasi mandiri,” katanya. 

Penyekatan warga akan dilakukan secara bersama dan aktif dan efektif melalui Forum Peduli Resiko Bencana (FPRB), pengurus RT, padukuhan, kalurahan maupun kapanewon. Ini juga didukung dengan adanya komunikasi dan koordinasi yang sinergis. 

“Kami menyambut positif akan adanya bantuan dana dari Pemerintah DIY yang setiap kalurahan akan mendapatkan Rp 50 juta guna percepatan penanganan Covid-19. Mekanismenya sesuai dengan ketentuan yang ada. Peruntukannya juga sesuai dengan ketentuan yaitu antara lain untuk pemulasaraan jenazah dan pengadaan berbagai kebutuhan. Sedangkan penyaluran dananya melalui kalurahan (75 kalurahan) di 17 Kapanewon,” tambahnya. 

Dijelaskan, diakui bahwa kebanyakan penderita Covid -19 yang meninggal adalah di rumah sakit. Maka kapasitas, berupa sarana dan prasarana juga akan diupayakan dilakukan penambahan secara rasional. Upaya mengarahkan masyatakat agar bersedia isolasi di shelter, alasannya agar bisa lebih efektif dalam menyembuhan dan penekanan penyebaran Covid -19.

Tentang langkah lain di luar itu yang hingga kini juga signifikan dan positif dan sangat membantu Pemkab Bantul adalah adanya atensi dari berbagai pihak terutama dari Makodim dan Mapolres Bantul. Berbagai langkah yang telah misalnya vaksinasi diharapkan bisa dilanjutkan. (Supardi)

 


share on: