Pembangunan Hotel LiTo, Mantan Bupati Bantul Akui Pernah Tandatangani Izin Prinsip

share on:
Hotel LiTo di wilayah Dlingo yang pembangunannya dipersoalkan oleh DPRD Bantul karena diduga belum mengantongi IMB dan izin Amdal || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Mantan Bupati Bantul, Drs H Suharsono, mengakui saat masih menjabat bupati, telah menanda tangani dan memberikan Izin Prinsip nomor tertentu tentang permohonan terkait dengan pembangunan Hotel LiTo (berlantai 5) yang terletak di wilayah Munthok Kapanewon Dlingo.

“Benar sepertinya saya pernah menanda tangani Izin Prinsip nomer tertentu dan pada tanggal tertentu, kepada pemohonnya. Saya selaku Bupati saat itu melakukan hal itu, bertujuan baik yaitu untuk memajukan Bantul dengan cara mempermudah investor masuk ke Bantul,” kata Suharsono menjawab konfirmasi yogyapos.com, di rumahnya,  Sewon Bantul, Sabtu 25/9).

Ia mejelaskan, saat itu pihaknya di Jakarta telah memperoleh pengarahan Presiden RI Joko Widodo. Intinya pemerintah termasuk Bantul agar mencari dan mempermudah investor guna memajukan wilayah dan masyarakatnya.

“Saya juga mempunyai obsesi dan tujuan agar wilayah Dlingo menjadi Pusat Wisata Puncak di DIY. Hal itu sebagiamana Puncak Bogor. Itu bila terealisasi untuk memajukan Bantul di bidang pariwisata dan perekonomaan,” ungkap Suharsono. 

Tentang diizinkannya pembangunan Hotel LiTo juga untuk memajukan dan meningkatkan perekonoman wilayah maupun masyarakatnya melalui wisata dengan cara memudahkan investor. Saat itu masyarakat tidak ada yang memprotesnya karena infonya sosialisasi juga sudah dilakukan pula. 

“Jika saat ini pembagunan hotel itu dinilai menjadi masalah dengan alasan perizianannya tidak terpenuhi dan Pemkab Bantul akan menghentikannya atuapun mengkaji dan mencermatinya lebih lanjut, saya mempersilahkannya. Saya tidak mempunyai kepentingan apapun, melainkan hanya ingin memajukan Bantul melalui investor,” tambah Suharsono. 

Berdasarkan foto dokumen bahwa pengajuan Izin Prinsip dimaksud atas nama pemohon yaitu Irma Devita Purnamasari beralamatkan di Jalan Pulau Sengkap Blok E 38 Rt 004/Rw 009 Kelapa Gading Barat Jakarta Utara. 

Sedangkan berdasarkan data bahwa Dinas Pertanahan dan Tata Ruang  Kabupaten Bantul juga telah mengeluarkan dan memberikan Kesesuaian Aspek Tata Ruang bernomor tertentu yang ditanda tangani oleh Kepala Dinas ini, Ir Supriyanto MSi tertanggal 8/5/2020. Surat ini juga telah dikantongi oleh pihak manajeman LiTo, A Setiawan. Ini juga ditujukan kepada komisi B saat sidak itu. 

Sementara itu, menurut Ketua Komisi B DPRD Bantul, Wildan Nafis, pihak manajeman hotel LiTo belum (tidak) bisa menujukan perizinan IMB dan AMDAl, namum dalam membagunnya kini sudah mencapai 50 persen bahkan lebih. Ini seharusnya perijinannya dilengkapi dahulu dan baru mulai proses pembagunannya. (Supardi)

 


share on: