Yogyapos.com (YOGYA) - Deputi Bidang Geoekonomi Dewan Pertahanan Nasional Dr Yayat Rutat, MEng mengatakan pembangunan energi nasional tidak dapat dipisahkan dari konteks pertahanan negara. Energi yang mandiri dan berkelanjutan menjadi bagian penting dalam mewujudkan ketahanan nasional, sejalan dengan target pemerintah untuk mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060.
BACA JUGA: HUT ke-2 IWOI Sleman Diwarnai Touring dan Retret
Pernyataan tersebut disampaikannya dalam Forum Diskusi Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan Guna Mewujudkan Swasembada Energi Dalam Rangka Mendukung Pertahanan Negara, di Yogyakarta, Selasa (28/10/2025).

“Transformasi menuju energi baru terbarukan bukan hanya langkah ekologis, tetapi juga strategi pertahanan dan kemandirian bangsa. Forum ini diharapkan menjadi sarana untuk menghasilkan gagasan strategis serta rekomendasi kebijakan aplikatif yang mendukung ketahanan energi nasional,” tandasnya.
BACA JUGA: Pemkab Sleman Beri Penghargaan kepada Pemuda Inspiratif
Forum diskusi tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Tri Mumpuni (Anggota Komite Inovasi Nasional BRIN), Prof Mailinda (Pusat Studi Energi UGM), Ibu Anna (Dinas PUP-ESDM DIY), dan Ir Ade Rahmat ST MT IPM (Manager Power Producer & Axcess Power PT PLN UID Jateng-DIY). Dihadiri Komandan Korem 072/Pamungkas Brigjen TNI Bambang Sujarwo SH MSos MM.
Para narasumber menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat transisi energi dari fosil menuju energi baru terbarukan (EBT).

Selain itu, dibahas pula keterlibatan berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga industri dalam mewujudkan kemandirian energi yang mendukung kesiapsiagaan pertahanan nasional.
BACA JUGA: RVV Musik Istimewa Yogyakarta Perluas Aktivitas, Acara Syukuran Dihadiri Dandim Bantul
Melalui forum ini, diharapkan lahir pemikiran strategis yang dapat memperkuat ketahanan energi sekaligus memperkokoh pertahanan negara.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pejabat Dewan Pertahanan Nasional, unsur Forkopimda DIY, akademisi, dan para pemangku kepentingan di bidang energi dan pertahanan. (*/Red)
