PDI Perjuangan Bantul Gelar Haul Bung Karno di Taman Puspagading, Ini Alasannya

share on:
Suasana doa bersama Haul Bung Karno yang digelar PDI Perjuangan Bantul || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bantul menggelar Haul Bung Karno dalam rangka memperingati Bulan Bakti Sang Proklamator yang juga Presiden RI ke-1, Ir Soekarno di Taman Puspagading yang ada di Tegaldowo Bantul, Sabtu (21/6).

"Hari ini merupakan tepat 55 tahun wafatnya Bung Karno. Kami mengadakan haul dengan diisi doa tahlil dan renungan,” kata Ketua DPC PDI Perjuagan Bantul, Joko Purnomo.

BACA JUGA: Kehadiran Negara Langkah Mutlak Pemerintah Prabowo di Era Global

Menurutnya, acara yang diikuti oleh sekitar 150 pengurus dan kader partai serta masyarakat setempat kali ini untuk mendoakan arwah Bung Karno dan para pahlawan lainya dan mengenang mereka.

"Tentang alasan Houl diadakan di tempat ini, dimana di tempat ini berdiri megah patung (monumen) Presiden RI ke-1. Maka ini merupakan alasanya tersendiri,” tuturnya.

BACA JUGA: Enam Tersangka Mafia Tanah Milik Mbah Tupon Ditahan, Seorang Lainnya Sakit

Dijelaskan, bahwa di Taman Puspagading Tegaldowo ini, menurut para sesepuh masyarakat setempat bahwa Sukarno pernah singgah di tempat itu. Soekarno saat itu mencari dan memetik daun dan buah gayam untuk memenuhi perminaan istriinya yaitu Fatmawati saat mengandung Megawati.

Fatmawati, ibunda Megawati, saat itu sedang mengandung Megawati (kini Ketua DPP PDI Perjuanagan). Karena Ibu Fatmawati sedang nyidam buah dan daun gayam, maka Ir Soekarno menuruti permintaan istrinya.

BACA JUGA: Lansia Sleman Terbanyak di DIY, Ini Jumlahnya

"Kegiatan ini merupakan instruksi dari DPP PDI Perjuangan,” katanya.

Sedangkan tujuan lainya agar PDI Perjuangan agar selalu beraada di tengah dan berpihak kepada wong cilik sesuai plafon partai.

Untuk mengenang jasa dan perjuangan para penjuang wanita terutama Ibu Fatmawati dan Megawati Soekarno Putri, maka dalam waktu dekat juga akan dipentaskan ketoprak mataram dengan lakon (ceritera) Utari, sebagai tokoh wanita yang gigih mengusir para penjajah. (Spd)


share on: