Pasca Nataru Harga Sembako Belum Mengalami Penurunan

share on:

Yogyapos.com (BANTUL) – Meski musim Natal dan Tahun Baru sudah berlalu, namun harga sembako di sejumlah pasar di Bantul belum mengalami penurunan.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-jalan-dan-talud-rusak-berat-warga-terkendala-keluar-masuk-desa-wisata--9337

Hasil pengamatan di Pasar Imogiri dan Bantul menunjukan kisaran harga per kilogramnya beras mutu medium Rp 12.000, gula pasir Rp 13.000 dan daging sapi Rp 140.000.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-aliansi-aksi-sejuta-buruh-minta-presiden-cabut-perppu-cipta-kerja-9361

Sementara itu harga daging ayam potong Rp 32.000/kg, telur lehorn Rp 27.000/kg, minyak goreng jenis curah Rp 16.000/liter, serta tepung terigu Rp 12.000/kg.

“Harga masih ajeg. Namun harga cabe cenderung naik lagi, jenis rawit merah Rp 55.000 hingga 65.000 per kg,” tutur sejumlah pedagang dua siantaranya Juminah dan Dasiman, di Pasar Imogiri dan Bantul, Rabu (4/1/2023).

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-tingkatkan-kerjasama-danrem-kunjungi-kantor-bbwsso-9355

Persediaan komoditas dagangan di pasar mencukupi dan normal. Peemintaaan dan valume pembelian konsumen stabil dan suplai dari para pemasok juga tetap lancar.

Pada saat menjelang tahun baru kemarin, khususnya permintaan daging cenderung meningkat karena banyak warga yang mengadakan masakdan pesta.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-wasekjen-dpp-gerindra-sistem-proporsional-tertutup-sesuai-konstruksi-uud-1945-9346

Sedangkan sejak 1 Januari hingga kini situasi di pasar tradisional masih biasa saja, stabil dalam hal penjualan dan pembelian.  (Spd)

 


share on: