Panen Raya Serentak Bersama Presiden, Dihadiri Gubernur DIY dan Danrem

share on:
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam panen raya serentak, di Desa Kedungsari, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulonprogo, Senin (7/4/2025) || YP-Ist

Yogyapos.com (KULONPROGO) - Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Bambang Sujarwo SH MSos MM menghadiri kegiatan Panen Raya Padi Serentak di 14 Provinsi secara daring bersama Presiden H Prabowo Subianto, di Desa Kedungsari, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulonprogo, Senin (7/4/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Kementerian Pertanian RI dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani.

BACA JUGA: Syawalan Trah Kirno Prawiro Dihadiri 117 Orang dari Berbagai Kota

Rangkaian kegiatan dimulai dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang diserahkan kepada perwakilan Kelompok Tani Makmur, Bapak Supriyanto. Kemudian dilanjutkan dengan wiwit panen serta prosesi panen menggunakan combine harvester di lahan seluas 140 Hektar, dengan rata-rata hasil 6,88 ton per hektar.

BACA JUGA: Ada Ritual Memandikan Kerbau Bule, Pengunjung Mini Zoo Meningkat

Selanjutnya, dilakukan transaksi pembelian gabah oleh Tim Jemput Gabah Bulog Kanwil DIY dengan harga Rp 6.500/kg untuk padi jenis premium, yang dinilai sangat membantu petani. Disampaikan juga dialog seputar layanan jemput bola oleh Bulog.

BACA JUGA: Jalan Simpang Empat Gose Hingga Dongkelan akan Diperbaiki

Dalam sambutannya, Bupati Kulonprogo Dr R Agung Setyawan menyatakan kesiapan wilayahnya menjadi lumbung pangan DIY serta penyedia benih untuk DIY dan Jawa Tengah. Ia juga menekankan pentingnya kaderisasi penangkar benih serta pelatihan taruna tani untuk generasi muda. Ia mengajak generasi muda untuk mengubah pandangan bahwa bertani itu bisa modern dan menguntungkan.

BACA JUGA: Sebuah Dermaga Besar akan Dibangun di Depok, Ini Pertimbangannya

Kegiatan dilanjutkan dengan video conference bersama 14 Provinsi yang disiarkan langsung dari Majalengka, Jawa Barat.

Menteri Pertanian RI mengapresiasi kerja keras para petani, menyebutkan bahwa harga gabah naik, penyerapan gabah meningkat hingga 2000%, dan stok beras nasional tertinggi saat ini berada di Bulog.

BACA JUGA: Mobil VW Terbakar di Jalan Bukit Bego Imogiri

Presiden RI dalam arahannya secara daring menyampaikan penghargaan atas kerja keras seluruh pihak, menegaskan pentingnya peran petani dalam ketahanan negara.

BACA JUGA: Bupati Hamenang Wajar Ismoyo Apresiasi Pembangunan Masjid Qolbun Syakur

Presiden juga menyampaikan rencana membuka 80.000 koperasi desa dan memastikan setiap desa memiliki gudang dan pendingin untuk hasil panen serta apotik obat generik. Ia menekankan pentingnya efisiensi anggaran dan pemberantasan korupsi serta membangun bangsa melalui kerja bersama lintas latar belakang.

BACA JUGA: Syawalan Para Pamong Kalurahan Canden Tingkatkan Sinergitas

Menanggapi Presiden, Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyampaikan bahwa harga beras saat ini sangat membantu petani DIY yang rata-rata hanya memiliki lahan 300 M2 dengan hasil produksi cukup tinggi. Perwakilan petani milenial Kulonprogo juga menyampaikan kebutuhan alat pengering (dryer) dengan kapasitas lebih besar untuk menyesuaikan hasil produksi pasca panen.

BACA JUGA: Terduga Pencuri Motor Asal Sukabumi Tertangkap Saat Beraksi

Kegiatan Panen Raya Padi Serentak ini merupakan langkah strategis memperkuat ketahanan pangan nasional dan bagian dari semangat kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam mensejahterakan petani Indonesia. (*/Red)


share on: