Pameran Lukisan 'Lepas Kala' Fenomena Baru di Jagad Seni Rupa Indonesia? Ini Penjelasannya

share on:
Salah satu karya Ida Bagus Putu Purwa yang dipamerkan dalam Pameran Lukisan ‘Lepas Kala’ yang berlangsung di Museum Sonobudoyo, 25-31 Januari 2024 || YP-Sulistyawan Ds

Yogyapos.com (YOGYA) - Perupa asal Bali, Ida Bagus Putu Purwa atau Gus Purwa menggelar pameran tunggal bertajuk ‘Lepas Kala’ di Museum Sonobudoyo, Yogyakarta. Pameran yang diinisasi oleh NR Management ini dinilai sebagai fenomena baru di dunia seni rupa Indonesia.

BACA JUGA: Dari Jambidan untuk Indonesia, Anies Baswedan Diserbu Massa Pendukungnya

Maria Novita Riatno selaku Director NR Management menyampaikan, pameran ini merupakan pameran pertama yang digelar oleh NR Management dan pameran ke-2 bagi Gus Purwa dalam  menggelar pameran di Yogyakarta. Pameran ini terdiri dari 27 karya unggulan yang dikurasi oleh pakar seni rupa Suwarno Wirosetomo. Pameran berlangsung pada 25-31 Januari 2024 dan terbuka untuk umum. 

BACA JUGA: Pelantikan KPPS di Sleman Disuguhi 'Snack Takziyah', Berikut Penjelasan KPU

“Pameran ini sebagai awal kiprah NR Management yang mencoba hadir sebagai mitra managerial guna mempertemukan seniman dengan para penggemar seni serta para kolektor  yang selama sebagian besar dilakukan oleh seniman sendiri,” ujar Novita kepada sejumlah awak media, di Museum Sonobudoyo, Kamis (25/1/2024).

Ida Bagus Putu Purwa || YP-Sulistyawan Ds

Novi menjelaskan, hadirnya mitra managerial ini dimungkinkan merupakan fenomena baru dalam dunia seni rupa di Indonesia. Namun, di luar negeri hal seperti ini sesungguhnya sudah biasa.  Oleh karena itu,  Novita berharap  pameran “ Lepas Kala “ ini dapat memberikan inspirasi  dan gagasan baru bagi dunia seni rupa.

BACA JUGA: Dari Jantung Taiwan, Poros BMI Siap Menangkan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar

Adapun dipilihnya Kota Yogyakarta, lanjut Novita, salah satunya karena Yogyakarta merupakan pusat seni da budaya. Bahkan, Yogya juga terkenal sebagai  kota festival dan pameran yang sangat berkelas di Indonesia. Dengan demikian, diharapkan dari Yogyakarta gema pameran ini dapat menjalar ke kota-kota besar lain di Indonesia .

Ditegaskan Novita, ‘Lepas Kala’ bukan sekadar sebuah pameran seni, melainkan sebuah odisei perenungan diri yang meninjau setiap langkah, goresan, dan denyut jantung kreativitas sejak tahun 1996.

BACA JUGA: Debat Cawapres, Nabil Kalabe'en: Gibran Lelah, Mahfud Elegan, Muhaimin Iskandar Cetar!

“Melalui karya-karyanya, Ida Bagus Putu Purwa mengajak kita menelusuri jejak waktu, merenungkan kejadian-kejadian masa lalu, dan mengukir makna dari setiap detiknya. Dalam genggaman kreativitasnya, Ida Bagus Putu Purwa mencoba memahami, menganalisis, dan merenungkan perjalanan batinnya,” ujar Novita.

Sementara itu, kurator pameran Suwarno Wirosetomo mengungkapkan, Pameran Lepas Kala merupakan gambaran atas ekspresi pembebasan dari perupa yang selama ini terkekang. Hal itu dilukiskan  melalui goresan dan lengkungan yang dramatis serta warna-warna yang ditorehkannya. 

BACA JUGA: Anies Baswedan Sowan Sri Sultan Hamengku Buwono X, Mendapatkan Pesan-pesan Bijak

“Dalam pandangan saya, saya melihat kesan itu sangat kuat, dan luar biasa. Karena itu saya meyakini,  karya ini lahir melalui penghayatan yang luar biasa , disertai rasa kemarahan, kesakitan . Kesan itu tergambar sangat jelas,” ujar Suwarno.

Selanjutnya Suwarno menyampaikan, pameran ini perlu disaksikan oleh para penikmat seni dimanapun berada, karena karya ini dapat membawa keruang-ruang imajinasi yang sangat luar biasa. Bahkan, melalui karya-karya Gus Purwa para penikmat seni dapat menikmati suasana dramatik yang ada dalam diri sang perupa yang kesehariannya memegang tugas sebagai tokoh adat Walaka Griya. 

Pembukaan pameran ditandai pelepasan 33 burung pipit || YP-Sulistyawan Ds  

Pada sisi lain, Ida Bagus Putu Purwa selaku perupa menyampaikan karya-karya yang ditampilkan sebagian besar merupakan gambaran jati dirinya. Hal itu tergambar melalui karya yang banyak di dominasi sosok pria dalam berbagai posisi. Hal itu sebagai bentuk pengenalan dirinya terhadap dunia seni rupa yang merupakan dunia baru bagi batinnya. 

BACA JUGA: Dukungan Ribuan Warga Boyolali, Sudirman Said: Ini Bukan Massa Berseragam dan Dimobilisasi

“Karena itu Lepas Kala dapat diterjemahkan sebagai upaya melepas beban, kebebasan atau terlepas dari jerat kehidupan,” ujar Purwa.

Dijelaskan Purwa, sebagian karya yang dipamerkan kali ini merupakan karya kompilasi unggulan dan beberapa diantaranya merupakan karya yang telah dimiliki oleh kolektor. Oleh karena itu, pameran ini digelar semata-mata sebagai upaya pengenalan dirinya sebagai seniman Bali yang mencoba menghadirkan konsep baru dalam jagat seni rupa.  (Sulistyawan Ds) 

 

 

 

 

 

 

 


share on: