Yogyapos.com (YOGYA) – Sehari setelah sukses melakukan kampanye yang dihadiri belasan ribu pendukungnya, capres nomor 1 Anies Baswedan sowan (menghadap) Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (24/1/2024). Anies mengenakan baju batik lengan panjang diiringi sejumlah anggota tim pemenangannya
Kepada para awak media, Anies mengungkapkan, kunjungannya ke Gubernur DIY merupakan kunjungan silaturahmi. Sebab, dirinya merupakan salah satu warga yang tumbuh dan besar di Yogya. Dalam silaturahmi ini, Anies mengaku mendapatkan pesan-pesan bijak, pengalaman serta berbagai hal dari Sri Sultan HB X.
BACA JUGA: Dari Jambidan untuk Indonesia, Anies Baswedan Diserbu Massa Pendukungnya
“Jadi tadi ngobrolnya agak panjang, karena mendengarkan banyak hal,” ujar Anies usai didampingi Sultan HB X.
Sebagian massa pendukung Anies saat kampanye di Jambidan Bantul, Selasa (23/1/2024) || YP-Supardi
Ditambahkan Anies, pihaknya sangat merasakan bahwa Yogya merupakan sebuah melting point, karena disini semua menjaga kebhinnekaan dan saling menjaga satu dengan lainnya. Oleh karena itu, bagi Anies tumbuh besar di Yogya banyak memberinya pelajaran mengenai kepemimpinan, terutama mengenai kepemimpinan yang stabil, tenang, sopan tapi tegas.
BACA JUGA: Debat Cawapres, Nabil Kalabe'en: Gibran Lelah, Mahfud Elegan, Muhaimin Iskandar Cetar!
Terhadap keistimewaan Yogyakarta, Anies menegaskan bahwa hal tersebut harus terus dijaga karena merupakan bagian penting dari Indonesia. Ia juga meminta doa restu kepada semua masyarakat agar dapat mengemban amanah dalam kompetisi Pilpres yang berlangsung pada 14 Februari mendatang.
Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan HB X ketika diminta penilaiannya mengenai ke-3 capres yang telah menghadap kepadanya menegaskan dirinya tidak dapat memberikan penilaian karena dirinya tidak mempunyai kewenangan untuk menilai.
BACA JUGA: Debat Cawapres, Dr Syahganda Nainggolan: Saya Berterima Kasih pada Muhaimin Iskandar dan Mahfud MD
“Saya bukan penilai. Tapi (diantara ke-3 capres-red) ya sama saja. Namanya sama-sama dialog, belajar,” ujar Sultan.
Kemudian terhadap arah dukungan politik dari keluarga Kraton, secara tegas menyatakan tidak pernah memberikan arahan. Sebab, anggota keluarga mempunyai hak sendiri untuk menentukan pilihan politiknya.
“Istri saya (GKR Hemas-red) juga gak pernah tahu apa yang saya coblos,” ujar Sultan .
Sedangkan mengenai pesan-pesan kepada Anies Baswedan, Sultan mengatakan bersifat sebagai peringatan terhadap hal-hal yang harus dijaga seperti persoalan kebhinekaan, karena pada hakekatnya seorang pemimpin itu harus mampu mengibarkan semua bendera. (Sulistyawan Ds)
