Paidi SIP Berharap Lulusan Sekolah di Bantul Tetap Berkualitas

share on:
Anggota Komisi D DPR Kabupaten Bantul, Paidi SIP || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Walau pandemi Covid-19, Anggota Komisi D DPR Kabupaten Bantul, Paidi SIP mengharapkan dan berupaya proses belajar mengajar sekolah di Bantul tetap berkualitas.

“Saya merasa prihatin bahwa akibat Pandemi Covid-19 proses belajar mengajar di sekolah menjadi terganggu dan terpaksa harus secara online. Namun saya juga berupaya agar para lulusannya di tahun 2021 bisa baik bahkan bisa meningkat, dari SD sampai SMA,” kata Paidi ketika berbincang tentang pendidikan kepada yogyapos.com, di Bantul, Senin (15/3/2021).

Agar para siswa tidak bingung dalam ujian, maka pemerintah maupun pihak sekolah harus tanggap mencari solusinya. Salah satu solusinya adalah  pemerintah memberikan kisi-kisi mata pelajaran dan mata ujiannya.

Hal itu penting, karena para siswa dan guru dalam belajar mengajar melalui online justru lebih sulit. Hasil capaian belajarnya dikhawatirkan tidak maksimal. Selain itu jangan sampai Pandemi Covid-19, justru dijadikan alasan pengambilan kebijakan meluluskan semua peserta ujian.

“Berdasarkan kerangka itu semua, maka saya sebagai anggota Komisi D DPRD Bantul yang juga membidangi pendidikan, beberapa waktu terakhir berkunjung ke sekolah-sekolah untuk berkomunikasi agar capaian belajar mengajar secara virtual tetap bisa tercapai. Lulusanya tetap berkulaitas pada ujian yang dijadwalkan akan berlangsunh April-Mei 2021,” kata Paidi yang juga selaku Ketua DPD Partai Golkar Bantul.

Dikatakan, pihaknya sering berkomunikasi dengan sekolah, alasannya adalah hasil lulusan ujian siswa di Bantul pada tabun 2019 bisa dibilang relatif rendah di wilayah DIY. Maka pada ujian 2021 diupayakan jangan sampai semakin menurun.

“Meskipun sulit, namun semua pihak yaitu Pemerintah (Dinas Pendidikan), DPRD, sekolah, para siswa dan orangtuanya juga mengharapkan agar lulusan siswa di Bantul bisa berkualitas. Maka mupaya itu harus didukung oleh semua pihak,” tambah Paidi.

Ditanya apa kendala yang dialami oleh para siswa dan orang tuanya dalam belajar mengajar secara virtual, Paidi mengatakan berdasarkan survei di lapangan diantaranya tidak semua siswa/wali murid mempunyai ponsel android dan keberatan biaya untuk membeli kouta.

Maka, itu semua diperlukan adanya solusinY. Misalnya adanya bantuan anggaran kuota dan subsidi untuk pembelian ponsel android bagi siswa. Itu bisa mempergunakan dana BOS. Jika tidak diperbolehkan, maka diperlukan anggaran dana yang sumbernya bisa diambilkan dari anggaran lainnya yang diperbolehkan. (Supardi)

 

 

 


share on: