Orang Miskin di Sleman Mencapai 89.280 Jiwa, Terjadi Penurunan

share on:
Wabup Danang Maharsa saat menerima audiensi Kepala BPS Kabupaten Sleman, Jumat (3/10/2025) || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Sleman menyatakan, persentase penduduk miskin di Kabupaten Sleman mengalami penurunan tajam yakni sekitar 89.280 jiwa dari total jumlah penduduk yang ada. 

"Terjadi penurunan persentase kemiskinan sebesar 0,75 poin," kata Danang saat menerima audiensi Kepala BPS Kabupaten Sleman, Jumat (3/10/2025).

BACA JUGA: HUT ke-80 TNI akan Dipusatkan di Monas, Tampilkan Atraksi dan Panggung Rakyat

Danang yang juga Ketua TKPK Kabupaten Sleman mengungkapkan, pada Maret 2025 persentase kemiskinannya sebesar 6,71 persen, sedang pada tahun sebelumnya sebesar 7,46 persen.

Angka penurunan, jauh lebih besar dibanding tahun lalu. Poin penurunan tahun lalu, dari tahun 2023 dibandingkan 2024, hanya sebesar 0,06 poin. Hasilnya tahun ini mencapai angka penurunan terbanyak dibanding kabupaten/kota lain di DIY.

"Angka ini memacu tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Sleman bersama para pelaku lainnya untuk lebih inovatif dalam bekerja," ungkapnya.

BACA JUGA: Pemkab Sleman Gandeng Dua Perusahaan Tanam 1.500 Bibit Pohon di Dusun Plataran

Audiensi itu dilakukan untuk menyampaikan keterangan rinci tentang pemaknaan angka-angka dari hasul survei. Pihaknya menyambut gembira pencapaian tersebut dan mengapresiasi jerih payah semua pihak seraya mengajak untuk menjaga pencapaian itu. 

“Kita harus terus berinovasi dengan program-program yang tepat sasaran agar angka kemiskinan di Kabupaten Sleman semakin kecil,” jelasnya.

Dengan angka kemiskinan tahun ini sebesar 6,71persen, berarti Sleman telah mencapai hasil yang lebih baik dibanding periode sebelum pandemi Covid-19. Tahun 2019 persentase kemiskinan Kabupaten Sleman sebesar 7,41 persen.

Saat terjadi pandemi (2020-2021), angka tersebut mengalami kenaikan. Sesudah pandemi berakhir, persentase kemiskinan mulai turun tetapi tetap lebih tinggi dibanding tahun 2019. "Baru pada tahun 2025 ini persentasenya menjadi lebih rendah," tandasnya.

Jika dilihat angka nominalnya, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Sleman tahun 2025 sebanyak 89.280 jiwa. Tetapi perlu dicatat bahwa angka itu didapat dari survei dengan populasi seluruh warga yang berdomisili di Kabupaten Sleman. 

BACA JUGA: Rvv Music Jogja Juara 1 Festival Ngamen Piala Panglima TNI di Jakarta

"Jika yang dihitung hanya warga yang ber-KTP Sleman, bisa jadi angkanya lebih rendah," katanya.

Untuk mempertahankan prestasi itu, pihaknya berharap para panewu mempercepat pelaksanaan revitalisasi Tim Penanggulangan Kemiskinan (TPK) tingkat kapanewon, kalurahan dan padukuhan. 

"Kami berharap pada peran TPK sebab merekalah yang benar-benar mengetahui kondisi warganya," pungkasnya. (*/Opo)


share on: