Yogyapos.com (YOGYA) - Pengadilan Tinggi (PT) Yogyakarta mengadakan Gelar Budaya Pertunjukan Wayang Kulit dengan lakon ‘Wahyu Cakraningrat’ di Halaman Kantor PT Yogyakarta, Jalan Lingkar Selatan, Bangunharjo Sewon Bantul, Sabtu (2/12/2023).
Tampil sebagai dalang Ki Dr Yanto SH MH , peraih Rekor MURI, yang kini merupakan calon Hakim Agung terpilih berkolaborasi dengan dua dalang Ki Sri Kuncoro dan Ki Bagong Darmono.
BACA JUGA: Wamenkumham Resmi Tersangka Gratifikasi, Belum Ada Informasi Penahanan
Pada kesempatan tersebut Direktur Operasional MURI Yusuf Ngadri menyampaikan piagam rekor MURI yang diberikan kepada Ki Dr Yanto sebagai Hakim dengan kemampuan lintas bidang atau multi talenta.
Acara dihadiri Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan SIK MH dan Kepala Kejaksaan Tinggi DIY Ponco Hartanto SH MH serta sejumlah tamu undangan dan keluarga besar Pengadilan.
BACA JUGA: Uban Obstacle Run 2023 Dihadiri Danrem 072/Pmk
Ketua PT Yogyakarta, Setyawan Hartono SH MH mengatakan, pergelaran wayang kulit semalamsuntuk diadakan dalam rangka tasyakuran atas amanah yang diberikan kepada Dr Lucas Prakoso SH M Hum sebagai Hakim Agung dan atas terpilihnya Dr Yanto sebagai calon Hakim Agung yang akan segera dilantik bersamaan dengan calon yang lain yang turut hadir, antara lain Achmad Setyo Pudjoharsoyo, Agus Subroto, Sutarjo dan Sigid Triyono.
BACA JUGA: Polisi Belum Perlu Menahan Firli Bahuri
“Tasyakuran juga sekaligus kita niatkan bagi saudara-saudara kita yang berdasarkan hasil fit and proper test telah dinyatakan lolos dan disetujui oleh DPR untuk diangkat sebagai Hakim Agung,”kata Setyawan.
Pada kesempatan tersebut Setyawan memohon doa dari segenap tamu undangan yang hadir agar calon hakim agung dan Hakim Agung dapat mengemban amanah dengan baik. Pihaknya menaruh harapan agar dalam menjalankan tugas dapat menjaga marwah dan meningkatkan citra serta wibawa Mahkamah Agung.
“Kami menaruh harapan kepada beliau-beliau untuk dapat menjaga marwah Mahkamah Agung, dan tentu dapat memberikan keadilan kepada masyarakat,” tuturnya.
BACA JUGA: Road to Awarding Night Festival Film Bulanan di Yogyakarta, Ini Keseruannya!
Sementara itu, Hakim Agung Lucas Prakoso mengatakan dalam pagelaran seni wayang kulit terdapat nilai-nilai filosofi yang luhur, ada harmonisasi antara gerakan, musik dan suara.
“Dengan wayangan dapat menjaga dan melestarikan budaya, ini merupakan hal yang positif, salah satunya menarik perekonomian, filsafat atau nilai-nilai yang ada dalam pagelaran wayang itu mengajarkan kebaikan,” ujar Lucas. (Opo)
