Yogyapos.com (BANTUL) - Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid menyerahkan ratusan sertipikat ‘Tanah Tutupan Jepang’ yang berada di Parangtritis, Kretek, Bantul di Kantor Kalurahan setempat, Sabtu (10/5/2025).
Ikut mendampingi Menteri Nusron, antara lain Kakanwil DIY Dony Erwan Brilianto, Kepala BPN Bantul Tri Harnanto dan Sekda Bantul Agus Budiraharjo serta anggota Forkompimda Kretek. Acara ini sebagai tindak lanjut upaya penyelesaian masalah agraria 'Tanah Tutupan Jepang’ melalui konsolidasi tanah.
BACA JUGA: Ujian Calon Advokat Peradi RBA Berlangsung di Fakultas Hukum UGM
"Alhamdulilah Kementtian ATR sudah dapat menyelesaian dan memenuhi harapan warga terkait dengan pensertikatan tanah ini,” kata Nusron.
Penyerahan simbolis sertipikat || YP-Supardi
Jumlah warga yang penerima sertipikat tanah sebanyak 615 orang. Jumlah sertipikat seluruhnya ada sebanyak 680. Luas tanah sekitar 703.844 Meter persegi. Sedangkan sertipikat yang masih dalam proses penyelesaian sekitar 100.
BACA JUGA: Tangkal Mafia, Mendesak Dibentuk Peradilan Pertanahan dengan Hakim Ad Hoc
"Penjenengan sedoyo, warga sudah medapatkan sertifikat. Gunakanlah ke hal yag positif dan produktif. Jangan sembarangan diberikan atau dipinjamkan ke orang lain atau digadaikan. Jadikanlah untuk masa depan anak cucu,” sambungnya.
Sementara itu terkait kasus mafia tanah milik Mbah Tupon, Nusron mengatakan Kementrian ATR akan menyelesaikan sesuai dengan kewenangan dan tugasnya.
Sambutan Menteri Nusron || YP-Supardi
"Mbah Tupon menjadi korban. Terkait itu kini proses hukumnya masih ditangani Polda DIY, semoga segera selesai,” katanya.
BACA JUGA: Akhlak Islami dalam Praktik Kedokteran
Bupati H Abdul Halim Muslih mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih karena warganya terpenuhi keinginannya untuk mempunyai sertipikat tersebut
"Impian ini sudah ditunggu lama dan kini telah terselesaikan, maka harus disyukuri, memanfaatkanlah lahan dengan kegiatan produktif positif,” kata Halim.
Respon senada disampaikan Lurah Parangtritis Topo dan seorang penerima sertifikat Junari bahwa dirinya merasa lega dengan adanya sertipikat yang telah ditunggu sejak sekitar tahun 1946 itu. (Spd)
