AROMA gurih-manis dari berbagai menu yang tengah dieksekusi para juru masak menguar memenuhi udara, siang itu. Mengundang rasa lapar yang mulai terasa, apalagi saat ketika matahari tepat di atas kepala, di atas Pondok Bakaran Manding.
Para staf yang bertugas menghidangkan tampak hilir mudik, membawa nampan sarat makanan dan minuman menuju meja tamu, untuk kemudian sesegera mungkin kembali ke dapur dan kembali mengisi nampan-nampan kosong itu dengan masakan baru, menuju meja tamu lainnya, dan begitu seterusnya.

Pondok Bakaran Manding menyediakan berbagai menu dari berbagai bahan, ada aneka seafood, ikan air tawar, ayam dan bebek, serta beberapa sayur favorit pelanggan seperti sayur asem, tumis kangkung, tumis tauge, oseng daun kates, cap cay, dan trancam. Sejak rumah makan mulai beroperasi tiga tahun lalu, menu favorit tamu adalah aneka olahan ikan gurami, baik gurami bakar (bakar pedas manis, bakar madu, bakar kecap), gurami goreng, gurami krispi, dan pesmol. Untuk hot plate disediakan varian menu aneka sea food dan ayam.
“Setahun belakangan ini kami menambahkan menu baru yang langsung jadi favorit pelanggan yaitu aneka ingkung ayam. Ada ingkung ayam bakar yang legit, ingkung goreng yang 'nglawuhi' bila dikonsumsi dengan nasi anget dan aneka sambal serta lalapannya, juga ingkung Blondo yang gurihnya kebangetan,” Sigit bercerita dengan semangat.

Destinasi kuliner di Yogya Selatan yang asri, parkir luas, banyak pilihan menu dengan rasa terjamin serta harga ramah dompet. Ingin mengadakan acara dengan suasana Jawa yang kental, pondok limasan besar yang mampu menampung ratusan orang dalam satu waktu dibawah satu atap? Pondok Bakaran Manding jawabannya. Berada di kawasan wisata yang terkenal dengan aneka hasil kerajinan dari kulit, tidak sulit nemukan rumah makan ini, Pondok Bakaran Manding.
“Letak rumah makan Kami ada di Jalan Parangtritis km 11, Manding, Sabdodadi, Bantul ini sangat strategis. Pondok Bakaran Manding satu kawasan dengan sentra kerajinan kulit Manding yang banyak memproduksi tas, sepatu, dan jaket, juga dekat dengan deret Pantai Selatan seperti Parangtritis, Depok dan Samas. Komplek makam Raja Mataram di Imogiri juga dekat. Begitu pula dengan beberapa destinasi wisata alam lainnya seperti Puncak Sosok seperti Puncak Becici,” ujar Sigit dalam perbincangan siang.

“Rumah Makan kami sering digunakan untuk berbagai acara yang lumayan besar, resepsi pernikahan misalnya. Pondok Limasannya mampu menampung hingga seribuan tamu. Kalau untuk gathering atau kumpul keluarga tiap harinya pasti ada yang mengadakan. Apalagi kalau pas akhir pekan atau libur nasional tempat seluas 3.000 meter ini pun penuh dengan para tamu. Bagi yang ingin lebih privat, kami juga menyediakan ruang VIP,” Sigit melanjutkan perbincangan.

Saat berkeliling, yogyapos.com terkesan dengan area toilet yang terjaga kebersihannya padahal jumlahnya cukup banyak, serta musholla yang nyaman bagi pengunjung rumah makan. Rumah makan ini juga menyediakan ruang istirahat yang nyaman bagi para krunya.
“Kami buka setiap hari mulai Pukul 09.00-21.00 last order 20.30 WIB. Untuk tamu rombongan, disarankan agar melakukan pemesanan terlebih dahulu agar mendapat tempat dan mempercepat pelayanan,” Sigit menutup perbincangan. (Yuliantoro)
