Yogyapos.com (YOGYA) – Ribuan massa yang tergabung dalam Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengutuk kezaliman Israel. Mereka menyerukan ummat muslim seluruh dunia untuk memberikan dukungan dalam bentuk apa pun demi memerdekakan Palestina.
BACA JUGA: Kejari Sleman Masih Menghitung Kepastian Kerugian Negara Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Seruan tersebut disampaikan dalam aksi damai di Titik Nol Kota Yogyakarta, Jumat (13/10/2023). Usai sholat jamaah di Masjid Gedhe Kauman, satu unit mobil didesain untuk orasi bergerak diikuti massa menuju titik kumpul. Sembari mengangkat poster beragam tulisan, massa kemudian menyatu di Perempatan Titik Nol Yogyakarta. Diantara poster tersebut bertuliskan ‘Bagaimana Aku Bisa Tertawa Sementara Al-Aqhso Masih Tertawan’ sebagai ujud ghiroh, serta empati terhadap kenestapaan warga sipil Palestina yang sejak hampir sepekan lalu dimombardir tentara zionis Israel.
Orasi bergantian || YP-Ismet NM Haris
Di titik kumpul aksi inilah orasi berlangsung secara bergantian, gema takbir pun mengangkasa dalam terpaan terik mentari diantara kibaran ratusan bendera Palestina dan Merah Putih.
BACA JUGA: Ngariung 1.000 Alumni ITB Bersama Anies Baswedan Sodorkan 5 Program Unggulan
“Kita berkumpul di sini untuk menegakkan Lii-ilaakalimatillah. Allahu Akbar! Mari tingkatkan ghiroh sesama muslim, doa kita untuk rakyat Palestina merdeka,” seru orator dari atas mobil.
Eskalasi massa meningkat di pukul 14.00 WIB. Mereka ternyata bukan saja dari DIY, tetapi juga dari kota-kota lain di sekitarnya. Tua, muda, lelaki perempuan, bahkan tak sedikit pasangan suami istri yang datang bersama anak-anaknya.
Seruan "Indonesia Turut Bantu Palestina" di tangan pengunjukrasa perempuan || YP-Ismet NM Haris
Humas FUI DIY, Ardiyanto, mengatakan ribuan massa yang berunjukrasa tersebut murni mengikuti panggilan nurani menentang kebiadaban Israel yang sejak bertahun-tahun menduduki tanah Palestina. Bahkan hari-hari ini bukan saja membombardir warga sipil, tetapi juga melakukan blokade yang menyulitkan pengiriman bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina.
“Menutup bantuan untuk Palestina di Jalur Gaza sama artinya anti kemanusiaan. Warga dunia harus bergerak untuk melawan kebiadaban,” tandasnya.
BACA JUGA: Penyaluran Beras di Wonorejo Wonosobo Dihiasi Aksi Simpatik dan Tulus Seorang Babinsa
Ardiyanto juga mendesak pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas dalam memberikan dukungan kepada Palestina. Berikan seruan keras agar Jalur Gaza terbuka bagi pengiriman bantuan kemanusiaan dari berbagai penjuru negeri. “Ya kita tuntut pemerintah Indonesia galang kekuatan internasional. Tekan Israel yang nyata-nyata didukung Amerika Serikat itu untuk lakukan gencatan senjata dan serahkan kembali tanah Palestina,” tegasnya.
Semangat perempuan serukan solidaaritas Palestina tak lekang oleh terik matahari || YP-Ismet NM Haris
Senada disampaikan Ustad Abu Naisa, bangsa Palestina berhak merdeka dan memiliki wilayahnya. Menurutnya, kebiadaban Israel merupakan praktik nyata genosida.
BACA JUGA: Pesan Perubahan dari Yogya: Anies Gemakan Keadilan dan Persatuan
“Tentara Israel melakukan pelanggaran perang dan kemanusiaan. Mereka membunuh warga sipil, orang tua dan anak-anak. Dukungan dunia, terutama ummat muslim, harus terus digalang untuk memerdekakan Palestina,” katanya
Dua mobil sarana berunjukrasa || YP-Ismet NM Haris
Dalam pernyataan sikapnya, massa FUI DIY menyebutkan bahwa Bangsa Palestina berhak memiliki kemerdekaannya. Massa juga menyerukan agar seluruh umat Islam di seluruh dunia mengutuk dan menolak kekejaman tentara Israel. Mereka juga menolak segala bentuk penjajahan bahkan sudah menjurus genosida.
Pengunjukrasa perempuan memviralkan aksi solidaritas Palestina ke medsos masing-masing mengikuti seruan orator || YP-Ismet NM Haris
FUI DIY nyatakan akan melakukan aksi yang lebih besar jika pemerintah Indonesia tidak mengambil sikap tegas menekan Israel. Seruan ini pun disambut takbir oleh massa.
BACA JUGA: Pangdam Mayjen TNI Widi Prasetijono Didampingi Danrem 072/Pmk Kunker ke Purworejo
Aksi solidaritas dan perjuangan untuk kemerdekaan Palestina yang dibarengi penggalangan dana ini jeda bersamaan adzan Ashar. Massa kemudian melakukan sholat berjamaah di atas aspal yang panas.
“Panas aspal ini belumlah seberapa. Di sini kita masih bisa bernapas leluasa. Tapi saksikan di Palestina, ribuan saudara kita meregang nyawa. Di sana para orang tua dan anak-anak yang masih hidup atau luka-luka sangat butuh bantuan kita,” ujar Ghofir, peserta unjukrasa asal Tegal. (Met)
