Yogyapos.com (SLEMAN) – Upaya menanamkan nilai-nilai keislaman dan memperkenalkan rukun Islam kelima kepada anak sejak usia dini, Yayasan An Nuur Cahaya Umat dibawah Penasehat Dr Nur Cholimah MPd menyelenggarakan kegiatan Manasik Haji Kecil, di Komplek MI An Nuur Jalan Letkol Soebardi, Ngangkrik, Triharjo, Sleman, Selasa-Rabu (27-28/5/2025).
Kegiatan An Nuur diikuti 316 peserta didik dari seluruh satuan pendidikan di bawah naungan yayasan, yaitu KB, TK Al I’dad, MI An Nuur, dan PKBM An Nuur, serta melibatkan 42 tenaga pendidik dan kependidikan.
Peserta pria berpose sebelum melakukan manasik || YP-Ist
Ketua Panitia Diyah Inayati SThI SPd mengatakan, kegiatan kali ini mengusung tema “Manasik Haji: Tanamkan Nilai Islami Sejak Dini”. Tujuannya tak hanya sebagai bentuk praktik pembelajaran agama Islam, melainkan juga untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan, menumbuhkan kecintaan terhadap agama, serta melatih kesabaran dan ketekunan anak-anak melalui pengalaman langsung dan menyenangkan.
BACA JUGA: Lakalantas Maut di Ngaglik, Oknum Mahasiswa Pengemudi BMW Ditahan
Simulasi Nyata Ibadah Haji
Rangkaian kegiatan Manasik Haji Kecil dirancang menyerupai pelaksanaan ibadah haji yang sesungguhnya, disesuaikan dengan dunia anak-anak. Pada hari pertama, peserta menjalani serangkaian proses seperti pendaftaran calon jamaah, simulasi pembayaran ONH, pembuatan visa di kantor imigrasi, serta pengecekan kesehatan di pos pemeriksaan.
Simulasi pembuatan paspor haji || YP-Ist
Kegiatan dilanjutkan dengan pengarahan di ‘Asrama Haji’ dan pemberangkatan simbolis menuju Mekkah menggunakan media visualisasi dan permainan peran.
BACA JUGA: Pengukuhan Pengurus HIPPI Sleman, Pemkab Siap Kolaborasi
Simulasi ini mencerminkan bagaimana proses awal haji dijalani oleh jamaah haji Indonesia, dimulai dari embarkasi, penerbangan menuju Tanah Suci, hingga tiba di hotel di Mekkah.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan rukun Islam kelima sejak dini, serta menanamkan kecintaan terhadap agama Islam melalui pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna,” jelas Diyah Inayati
BACA JUGA: Refleksi Gempa Bumi 27 Mei 2006, Mitigasi Bencana itu Penting
Hari Kedua: Thawaf, Sa’i, dan Lempar Jumrah
Puncak kegiatan manasik berlangsung di hari kedua. Setelah dibuka secara resmi oleh Ketua Panitia dan sambutan dari Ketua Yayasan An Nuur Cahaya Umat, anak-anak melakukan berbagai rangkaian ibadah seperti wukuf di Arafah, mencari batu kerikil di Muzdalifah, serta melempar jumrah di Mina.
Melaksanakan Sa'i antara Bukit Shofa-Marwah || YP-Ist
Tidak hanya itu, peserta juga melaksanakan thawaf mengelilingi Ka’bah buatan, sholat sunah di maqam Ibrahim, sa’i antara bukit Shafa dan Marwah, serta minum air zam-zam dan tahalul (memotong rambut) sebelum ditutup dengan prosesesi foto bersama.
“Kegiatan ini sangat membantu anak-anak memahami makna dan tata cara ibadah haji. Kami sangat mengapresiasi kerja keras panitia dan guru-guru yang sudah menyiapkan semua dengan detail,” tutur salah satu orang tua peserta, Evita Saputro.
BACA JUGA: Pasutri Jual ABG, Sebulan Rata-rata 20 Kali Melayani Lelaki Hidung Belang
Kolaborasi dan Dedikasi Tim
Kegiatan ini sukses terselenggara berkat kerja sama seluruh elemen pendidikan di bawah Yayasan An Nuur Cahaya Umat. Tidak hanya guru dan panitia, dukungan juga datang dari orang tua, komite PAUD, volunteer MI serta masyarakat sekitar.
Thowaf menjelang kepulangan || YP-Ist
Koordinasi lintas satuan pendidikan menjadikan kegiatan ini sebagai salah satu praktik baik dalam pendidikan kolaboratif berbasis nilai-nilai Islam. Panitia kegiatan terdiri dari berbagai bidang mulai dari sie acara, sie perlengkapan, konsumsi, publikasi dan humas, hingga pendamping anak, semuanya menjalankan tugas dengan penuh dedikasi.
BACA JUGA: Geger Ayam Widuran Solo, Senator Ini Desak PenegakanUU Halal dan Edukasi Publik
Ketua Yayasan H Muh Hasim, dalam sambutannya menyampaikan harapan kegiatan ini menjadi agenda pembelajaran yang terus dilestarikan.
“Manasik ini bukan sekadar kegiatan simbolik, tetapi upaya serius kami dalam meletakkan dasar keimanan dan akhlak bagi generasi masa depan. Semoga menjadi amal jariyah bagi kita semua,” jelasnya
Tiba di Padang Arafah untuk melaksanakan Wukuf || YP-
Kegiatan Manasik Haji Kecil ini bukan hanya ajang edukasi, tetapi juga sarana pembentukan karakter Islami anak sejak dini. Dengan konsep pembelajaran yang menyenangkan, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga merasakan makna spiritual dari setiap rukun haji.
Melalui kegiatan ini, Yayasan An Nuur Cahaya Umat membuktikan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang religius, ramah anak, dan penuh inspirasi. Semoga kegiatan ini dapat menjadi contoh positif bagi lembaga pendidikan lain di tanah air. (*/Red)
