MAN 4 Bantul Launching Buku Memoar Perdana

share on:
Kakanwil Kemenag DIY bersama Kepala dan para guru MAN 4 Bantul usai lanching memoar perdana || YP-Supardi

Yogyapos.com (YOGYA) - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Bantul DIY, melaunching buku memoar perdana hasil karya Kepala madrasah,  para guru dan karyawan. Launching dilakukan oleh Kakanwil Kementrian Agama DIY Edhi Gunawan bersama Kepala, guru dan karyawan MAN 4 Bantul usai audensi di Kanwil ini, Kamis (25/6/2020).

Humas MAN 4 Bantul yang juga selaku penggagas dan editor buku ini, Fransisca Listiariny, menyatakan buku memoar ini berisikan kisah suka duka mengabdi di MAN ini. Buku dengan tebal 227 halaman ini, selaku kotributor penulisnya adalah Kepala MAN 4 Bantul Singgih Sampurno, Kepala Tata Usaha, para guru dan karyawan yang kesemuanya berjumlah 23 orang.

"Diharapkan buku ini bermanfaat dan bisa meningkatkan akreditasi MAN Bantul khususnya dan dunia pendidikan pada umumnya,” kata Fransisca Listiariny.

Pada kesempatan ini, Kepala MAN 4 Bantul, Singgih Sampurno, usai memimpin audensi dan menyerahkan buka ini kepada Kakanwil Kemenag DIY, menyatakan, para guru dan karyawan yang ada berbagi pengalaman melalui tulisannya di buku ini.

"Buku ini memang merupakan yang perdana, namun isinnya diharapkan bisa memberikan kontribusi pada kemajuan pendidikan di linkungan internal dan eksternal MAN 4 Bantul,” kata Singgih.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag DIY, Edhi Gunawan, menyatakan pihaknya menyambut positif dan mengapresiasi dengan adanya  buka itu. Ini diharapkan bisa sebagai inspirasi untuk kemajuan MAN 4 Bantul untuk peningkatan akreditasi dan kwalitasnya.

"Peningkatan akreditasi ini juga berpengaruh positif dan signifikan kepada madrasah (MAN 4 Bantul-red). Kepercayaan masyarakat terhadap madrasah menjadi meningkat. Inilah fakta yang terjadi saat ini dengan ditandai semakin banyak masyarakat yang berminat menyekolahkan anaknya ke MAN 4 Bantul,” katanya.

Menurut Edhi, memajukan madrasah menjadi tanggung jawab bersama. Ini harus dilakukan dengan berkomunikasi dan koordinasi dengan baik secara internal dan terhadap mitra.

Sedangkan untuk meningkatkan sarana dan prasarana madrasah, juga dapat melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang syaratnya harus dilalui capaian prestasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (Supardi)

 


share on: