Mahasiswa KKN UNY Sosialisasi Pencegahan Stunting

share on:
Suasana sosialisasi

STUNTING adalah kekurangan gizi pada balita yang berlangsung lama dan menyebabkan terhambatnya perkembangan otak dan tumbuh kembang anak. Akibatnya perkembangan otak dan fisik terhambat, sulit berprestasi, rentan berpenyakit dan ketika dewasa mudah terjadi kegemukan. Stunting juga berdampak penurunan produktivitas dan kemudian menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan dan ketimpangan. Penyebab stunting di Indonesia multi dimensional, diantaranya praktik pengasuhan yang kurang baik, kurangnya akses ke bahan makanan bergizi, air bersih dan sanitasi serta terbatasnya layanan Kesehatan.

Demikian dikatakan bidan Puskesmas Srumbung, Sunarni dalam sosialisasi pencegahan dan penanggulangan stunting yang digelar di CabeanWetan, Bringin, Srumbung, Magelang.

Lebih lanjut Sunarni mengatakan stunting bias dicegah dengan memastikan Kesehatan dan kecukupan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan.

“Dimulai pada saat ibu hamil hingga bayi berusia 2 tahun,” katanya, Jumat (18/11/2022).

Pada masa kehamilan selalu makan makanan yang bergizi seimbang, terutama makanan bersumber protein hewani, agar janin selalu sehat dan bayi lahir selamat. Lalu bayi mendapat ASI saja selama 6 bulan pertama dan setelah itu bayi mendapatkan makanan pendamping ASI dengan jumlah, frekuensi dan kebergaman yang cukup sesuai usianya. Pemberian ASI dilanjutkan hingga 2 tahun. Anak-anak juga harus tinggal di lingkungan yang bersih dimana setiap orang menggunakan jamban sehat sesuai dengan Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat(Germas) yaitu beraktivitas fisik, konsumsi makanan sehat, deteksi dini, lingkungan sehat dan pendidikan kesehatan.

Dikatakannya agar peningkatan kesehatan dan gizi ini terwujud perlu didukung adanya pelatihan pada tenaga kesehatan, pemberian suple mengizi mikro pada ibu dan balita dan pemberdayaan masyarakat. Sunarni berharap agar setelah ada sosialisasi ini para ibu semakin pandai dalam ngopeni anaknya. Kegiatan yang diikuti para ibu warga Cabean Wetan ini merupakan kerjasama Puskesmas Srumbung dengan mahasiswa KKN UNY Cabean Wetan. Menurut Ketua KKN Cabean Wetan Muhammad Hariyanto kegiatan ini dilaksanakan karena pada awal mulai KKN ditemukan 3 kasus anak dibawah 5 tahun yang menderita stunting.

“Hal ini memotivasi kami agar ketiga balita tersebut bebas dari stunting, oleh karenanya diadakan pelatihan ini,” katanya.

Salah satu peserta, Santi mengatakan kegiatan ini sangat penting bagi para ibu muda khususnya yang memiliki balita untuk mengetahui perkembangan gizi anak sekaligus kiat mengurus anak dengan cara yang sehat.

Ketua Posyandu, Kanti merasa senang dengan sosialisasi ini karena mendorong para ibu lebih perhatian pada anaknya. “Kedepannya diharapkan tidak ada lagi anak yang terkena stunting,” kata Kanti.

Menurut Kadus Cabean Wetan Harmiyati dengan penjelasan yang disampaikan langsung oleh bidan Puskesmas maka masyarakat akan lebih mempercayainya. (Dedy Herdito)


share on: