Yogyapos.com (BANTUL) - Merespon imbauan dan harapan Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih agar secepatnya mengatasi kemiskinan ekstrem beberapa hari lalu, para lurah di kabupaten ini menyatakan kesiapannya.
Pernyataan itu setidaknya sebagaimana diungkapkan oleh Lurah Timbulharjo Sewon Hanif Arkham Haibar, Canden Jetis Beja WTP dan Segoroyoso Pleret Miyadiana.
“Pemkab Bantul, dalam hal ini Pak Bupati dan Pak Wabup meminta kepada para lurah agar mengatasi kemiskinan ekstrem. Saya juga berupaya keras untuk melakukannya di wilayah kerja saya,” kata Hanif Arkham Haibar, di Bantul, Rabu (2/11/2022).
Hasil validasi data kemiskinan dari Kalurahan harus dikumpulkan ke Dinas Sosial Bantul pada Senin (7/11). Itu sebabnya, Hanif menyatakan telah mengumumkan hal tersebut kepada para dukuh agar segera melakukan pendataan pada dua hari mendatang, yaitu dengan diawali musyawarah kalurahan dilanjutkan musyawarah rencana pembangunan. Harapannya data semakin valid dan siap dikirim ke Pemkab.
“Berdasarakan data dari Pemerintah Pusat yang disampaikan melalui Pemkab Bantul jumlah keluarga miskin di Timbulharjo ada sebanyak 666 keluarga. Namun berdasarkan data yang ada di Kalurahan jauh lebih sedikit dari itu. Maka kami akan mendata kembali. Namun kami memerlukan kejelasan kateria kimiskinan ekstrem,” tambah Hanif.
Hal senada juga disampaikan oleh Lurah Canden Beja WTP, siap mendukung dan membantu program Pemkab Bantul.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-danang-maharsa-beri-arahan-terkait-pemutakhiran-data-kemiskinan-7208
Sementara itu, Lurah Segoroyoso Miyadiyana, menyampaikan pihaknya segera melakukan pendataan kemiskinan melalui semua dukuh. “Namun kami juga kesulitan anggaran dalam mengentaskan kemiskinan melalui program yang memerlukan dana untuk keluarga miskin. Maka harapannya juga ada dukungan dari pemerintah,” katanya.
Di Segoroyoso dalam validasi data keluarga miskin sasarannya untuk yang benar-benar miskin. (Spd)
