Lurah dan Danarta di Bantul Peroleh Sosialisasi Transaksi CMS

share on:
sosialisasi transaksi keuangan kalurahan melalui Cash Managemen Sistem (CMS) Bank BPD DIY, di Saba Madya,Gedung Induk Lantai III Komplek Parasamya Kabupaten Bantul, Kamis (7/8/2025) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Para lurah dan danarta (bendahara) se-Kabupaten Bantul mendapatkan sosialisasi transaksi keuangan kalurahan melalui Cash Managemen Sistem (CMS) Bank BPD DIY, di Saba Madya,Gedung Induk Lantai III Komplek Parasamya Kabupaten Bantul, Kamis (7/8/2025).

Sosialisasi dilakukan oleh para narasumber Bupati Abdul Abdul Halim Muslih, Kepala Kejaksaan Negeri Bantul Kristanti Yuni Purwanti SH MH, Pimpinan Bank BPD DIY Cabang Bantul Fendy Muryawan dan dari Polres Bantul Iptu Jaka Raharja.

BACA JUGA: Pemkal Baturetno Jadi Tuan Rumah Peringatan HUT RI

"Kami ajak para lurah dan danarta memehami tenntang CMS secara mendalam. Hal ini demi pengamanan keuangan. Agar tidak terulang peristiwa percobaan pembobolan seperti terjadi di sebuah kalurahan di Imogiri oleh orang tak bertanggung jawab, yang alhamdulillah berhasil digagalkan,” kata Abdul Halim.

Sementara itu, Kepala Kejari Bantul, Kristanti Yuni Purwanti, mengatakan jangan sampai pengelola keuangan dan lurah mendapatkan keuntungan maupun ada kepentingan dalam kasus kejahatan yang obyeknya uang lembaga yang dikelolanya.

"Jika terdapat kejahatan penggunaan keuangan, maka siapapun yang memperoleh keuntungan dan mempunyai kepentingan akan dapat dikategorikan sebagai pelaku keahatan. Maka hindarilah itu,” kata Krisranti.

BACA JUGA: PT Ide Studio Indonesia Komitmen Selesaikan Tunggakan Gaji Secara Bertahap

Dikatakan, bila menemukan kejanggalan dan hal yang mencurigakan dalam transaksi keuangan melalui CMS, maka diharapkan secepatnya melaporkan dan mengecek ke BPD Bantul.

Pada kesempatan sama petugas dari Polres Bantul, IPTU Jaka Raharja menyatakan, masyarakat termasu para lurah dan danarta harus berhati-hati dan telelii dalam melakukan transaksi keuangan melalui CMS.

Pada kesempatan sama disela acara ini, Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Bsntul Beja WTP, menyatakan, sosialisasi dan konsultasi seperti ini diperlukan agar pengetahuannya menjadi lebih luas. (Spd)

 


share on: