Yogyapos.com (KULONPROGO) - Lurah Purwoharjo Samigaluh Kulonprogo, RA Ariwibowo, bukan hanya pemimpin masyarakat yang gigih membangun desa tetapi juga tokoh berdedikasi yang tulus. Beliau rendah hati, bijaksana, total berjuang demi kemajuan kesejahteraan warga. Semangat melayani masyarakatnya patut dijadikan teladan.
BACA JUGA: MBG di Ujung Krisis: Dari Janji Gizi hingga Korban Keracunan
Demikian disampaikan Bupati Kulonprogo Dr R Agung Setyawan ST MSc MM saat menjadi inspektur upacara pemakaman Lurah Purwoharjo, RA Ariwibowo, di rumah duka Padukuhan Tukharjo Purwoharjo, Senin (6/10/2025) siang.
"Sejak masa kuliah kami sudah berteman, jauh sebelum saya menjabat bupati. Dalam banyak hal almarhum senantiasa mengajak diskusi atau bertanya. Bahkan saat akan mencalonkan diri sebagai Lurah Purwoharjo beliau konsultasi secara pribadi. Atas nama pribadi dan pemerintah Kabupaten Kulonprogo kami merasa kehilangan sosok sederhana, ramah dan tekun dalam mengabdi", tandasnya.
BACA JUGA: Pengukuhan Pengurus PWI Pusat di Monumen Pers, Dihadiri Meutya Hafid
Mewakili keluarga RA Ariwibowo, mantan Bupati Kulonprogo H Sutedjo menyampaikan almarhum meninggal dunia pada Minggu (5/10/2025) pukul 11.00 WIB. Meninggalkan seorang istri Rr Rini Pujiastuti.
Bupati Agung Setyawan mengucapkan belasungkawa kepada keluarga RA Ariwibowo || YP-Ist
"Almarhum menjabat lurah sejak 2015 dan ini sudah periode kedua. Tentu banyak salah dan kurang selama melayani dan mengabdi kepada pemerintah dan masyarakat. Semoga hadirin sekalian berkenan memaafkan,” ungkapnya dalam bahasa Jawa yang halus.
BACA JUGA: MTQ Bantul Diikuti 312 Peserta
Selama menjabat Lurah Purwoharjo, RA Ariwibowo AMd banyak meninggalkan kesan baik dan program yang menyasar kepentingan warga Purwoharjo. Desa wisata Puncak Kleco dan desa wisata Tinalah lahir dan berkembang berkat kepedulian dan keberpihakan almarhum.
Wahjudi Djaja yang pernah menjadi fasilitator desa wisata Puncak Kleco mengakui, almarhum adalah sosok yang mudah diajak diskusi dan ringan melangkah. "Sejak 2016 kami bersinergi saling mensuport agar potensi wisata, budaya dan sejarah di kawasan Puncak Kleco bisa berkembang dan mengundang wisatawan. Beberapa event yang kami gelar tak luput dari dukungan beliau," tandasnya.
BACA JUGA: Rvv Music Jogja Juara 1 Festival Ngamen Piala Panglima TNI di Jakarta
Prosesi pemakaman RA Ariwibowo (52) dilakukan secara resmi mengingat almarhum masih menjabat lurah. Dihadiri para lurah, penewu dan pejabat di lingkungan Kapanewon Samigaluh. Sejak Minggu malam warga Purwoharjo melayat di rumah duka sampai pemakaman pada Senin siang. Beberapa warga yang ditemui yogyapos.com merasa kehilangan, sedih dan tak menyangka lurah mereka akan pergi secepat itu. (Iud)
