Lomba Lari di SCH Diikuti 398 Peserta, Sebagian Besar Tanpa Alas Kaki

share on:
Sejumlah pelari putri antusias mengikuti kejuaraan HSC, saat bertanding pun tanpa mengenakan sepatu || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - Sebanyak 398 pelari putra dan putri terjun ikuti kejuaraan Hot Sprint Contest (HSC) Seri I 2024, di Sleman City Hall (SCH), Minggu (4/2/2024).

Kejuaraan lari jarak pendek atau sprint ini cukup unik. Pengkab Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Sleman sengaja memilih pusat perbelanjaan (mall) sebagai tempat digelarnya pertandingan.

BACA JUGA: Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik Melancarkan Kritik

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa yang berkesempatan hadir menyatakan apresiasi kepada Pengkab PASI Sleman telah menyelenggarakan kejuaraan HCS dengan inovasi unik.

“Pertama kami sangat mengapresiasi kejuaraan ini. Event olahraga ini cukup unik, dilaksanakan di mall, jadi peserta bisa merasa fun sambil jalan-jalan,” ujar Danang.

BACA JUGA: Sukabumi, Dukungan untuk Anies Baswedan Terus Mengalir Jelang Pemilu

Danang berharap dari kejuaraan ini akan muncul pelari muda potensial yang mampu berkiprah di kancah nasional bahkan internasional.

“Kami berharap melalui kejuaraan ini akan menghasilkan pelari muda potensial, seperti halnya Mutiara Oktarani Al-Pasha yang mampu berkiprah di tingkat internasional,” harapnya.

Ketua Pengkab PASI Sleman Aris Priyanto mengatakan kejuaraan ini dibagi dalam 10 kategori, yakni kelas TK menempuh jarak 30 meter, Kelas 1, 2, 3 SD jarak tempuh 50 meter, kelas 4, 5, 6 SD jarak 60 meter. Untuk kelas 1, 2, 3 SMP menempuh jarak 60 meter.

“Jumlah peserta ada 398 pelari, berasal dari Sleman, Gunungkidul bahkan dari Kota Magelang, diambil juara 1, 2 dan 3,” kata Aris.

BACA JUGA: Forum 2045 Sebut Indonesia di Tepi Jurang Tuna Etika, Ajak Rezim Tobat Moral

Aris mengungkapkan HSC ini merupakan inovasi, bahkan penyelenggaraan dengan lintasan di mall baru pertama kali di Indonesia.

“Untuk lomba lari sprint ini baru pertama kali di Indonesia,” tandasnya.

Karena lintasan berupa lantai, terlihat sebagian besar peserta tanpa mengenakan sepatu.

“Dalam kejuaraan ini sebagian peserta tidak memakai sepatu, intinya aturan kejuaraan ini telah mengacu pada aturan yang telah ditentukan oleh PB PASI,” tandasnya. (Opo)

 


share on: