Lahan Bebatuan Kebo Sungu Cocok untuk Budidaya dan Penyulingan Atsiri

share on:
Penyerahan bibit Astiri dan Sere Wangi oleh Pendamping Kelompok Tani Karya Sejati kepada Bupati Bantul || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Lahan bebatuan yang ada di wilayah Dusun Kebo Sungu Dlingo Kabupaten Bantul ternyata relatif cocok dan potensial untuk berbudidaya tanaman Atsiri, Sere Wangi dan Nilam. Diharapkan budidaya sejumlah tanaman tersebut dapat meningkatkan perekonomian warga, pelestarian lingkungan, obyek wisata dan laborat pertanian.

“Berdasarkan pengalaman dan fakta bahwa budidaya dan penyulingan atsiri, sere wangi dan nilam di lahan yang ada di Padukuhan Kebo Sungu Terong Dlingo Bantul cukup berhasil. Maka perlu dikembangkan lebih lanjut,” ungkap Pendamping Kelompok Tani Karya Sejati Kebo Sungu, Dr Ir Herawan MP, dalam laporannya saat peresmian penyulingan minyak kayu putih di padukuhan ini, Sabtu (25/7/2020).

Herawan mengungkapkan, semula lahan di tempat yang bebatuan ini dianggap tidak bisa ditanami jenis tanaman tersebut. Namun setelah diuji coba dan diimbangi dengan pendampingan, ternyata bisa berhasil.

Bahkan dengan adanya usaha pertanian itu, sudah banyak pihak termasuk perguruan tinggi dan pelaku usaha pertanian yang melakukan penelitian tentang hal tersebut.

Sementara itu, Bupati Bantul Drs H Suharsono dalam sambutannya mengatakan pihaknya menyambut positif dengan adanya usaha yang dilakukan oleh Kelompok Tani Karya Sejati dan pendampingnya.

"Saya siap untuk memberikan dukungan bantuan permodalan. Ajukan saja proposal ke Pemkab Bantul, nanti kami siap membantu,” kata Suharsono.

Pada kesempatan itu, Ketua Kelompok Tani Karya Sejati, Mujino mengatakan pihaknya siap untuk mengembangkan budidaya tanaman jenis ini dan sekaligus penyulingannya. 

“Diharapkan nantinya ada dukungan permodalan dari Pemerintah dan  pihak lain kepada para petani,” ungkap Mujino.

Acara peresmian penyulingan minyak kayu putih juga disertai penyerahan bibit tanaman Atsiri, Sere Wangi dan Nilam dari pendamping ke Suharsono dan dilanjutkan ke Mujino. Selain itu juga dilakukan penanda tanganan Prasasti Tempat Penyulingan Minyak Kayu Putih milik kelompok tani ini, oleh Bupati.(Supardi)

 


share on: