Yogyapos.com (BANTUL) – Polres Bantul berhasil meringkus sepuluh orang yang terlibat pengeroyokan disertai penembakan yang terjadi di Pasar Seni Gabusan (PSG). Sedangkan salah satu dari empat korban, Ridwan Tri Yuwono, yang diterjang tujuh butir peluru masih menjalani perawatan.
“Tujuh butir peluru dari senjata Airgun yang bersarang ditubuh korban sudah berhasil dikeluarkan. Tapi korban masih harus menjalani perawatan,” ujar Kapolsek Sewon Kompol Hanun Tri Loidayanto SH MSi, didampingi Kanit Reskrim AKP Rudianto SH MH dan Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry SSn, pada jumpa pers di Polsek Sewon, Kamis (12/12/2024).
BACA JUGA: Kena Bacok Celurit Sebelum Ikuti Tes CPNS, Terduga Pelaku Diamankan di Polsek Gamping
Kesepuluh pelaku yang diamankan, masing-masing BM (19), DKP (19), ADP (19), BR (19), CS (20), RFK (18), SOA (18), KM (48), DK (18) dan HSM (17). Dua lainnya, DK dan ASM, masih dibawah umur sehingga tidak dihadirkan saat jumpa pers ini.
Insiden ini terjadi pada 10 November 2024 sekira pukul 03.00. Sebelumnya, keempat korban berangkat ke Pantai Depok. Pada Minggu (10/11/2024) dinihari mereka bermaksud pulang ke rumah masing-masing melewati PSG. Namun tiba -tiba mereka dipepet oleh sejumlah pelaku dan dihentikan, lalu dianiaya. Bahkan dua koban ditembak oleh pelaku BMP.
Barang bukti sepeda motor yang digunakan pelaku || YP-Supardi
“Hingga kini kasus tersebut masih didalami oleh Polsek Sewon, termasuk mengenai motifnya. Pengakuan para pelaku, para korban diduga kuat klitih dan membawa sejam. Sedangkann berdasarkan keterangan korban, mereka tidak klitih dan tidak membawa senjata tajam,” tambah Kapolsek.
BACA JUGA: Pengeroyokan Berujung Maut di Parangtritis, Rekonstruksi Peragakan 25 Adegan
Dalam insiden ini korban yang paling parah adalah Ridwan Tri Yuwono, mengalami luka di sejumlah bagaian tubuh dan ditembak tujuh kali menggunakan Airgun oleh pelaku BMP. Peluru sebanyak itu behasil diamankan polisi, sedangkan korban saat ini menjalani operasi di RSUP Dr Sardjito Yogykarta.
“Peluru itu oleh dokter dikeluarkan dari tubuh korban. Sedangkan satu butir peluru sejenis didapat dari dalam tubuh korban Fauzi pada saat menjalani operasi di salah satu rumah sakit di Bantul,” terang Kompol Hanun.
Polisi juga menyita bukti senjata Airgun dan peluru, beberapa unit sepeda motor dan helm, pakaian dan sebatang pipa besi. (Spd)
