KKN UNY Ikut Berupaya Bangkitkan Potensi Wisata Ngelosari Melalui PHP2D

share on:
Agus Basuki memberikan pengarahan kepada peserta KKN || YP-Deddy Herdito

Yogyapos.com (BANTUL) - Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan,  Kebudayaan, Riset, dan Teknologi memberi kesempatan kepada para mahasiswa untuk terjun membangun desa melalui Program Holistik Pembinaandan Pemberdayaan Desa (PHP2D).

PHP2D adalah kegiatan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat yang PHP2D adalah kegiatan pembinaandan pemberdayaan masyarakat yang dilakukanolehmahasiswamelalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) danatau Lembaga Eksekutif Mahasiswa. Mahasiswa pelaksana PHP2D ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa peduli dan berkontribusi kepada masyarakat di desa agar terbangun desa binaan yang aktif, mandiri, berwirausaha, dan sejahtera.

UNY mendapatkan PHP2D dalam enam kelompok yaitu UKM Koperasi Mahasiswa, BEM KM Fakultas Ekonomi,UKMF Komunitas Riset dan Penalaran Fakultas Ekonomi,BEM KM FMIPA, Himpunan Mahasiswa Matematika FMIPA dan UKMF Penelitian KOSKAMA Fakultas Ilmu Keolahragaan.

Salah satu kelompok yang memperoleh skema ini adalah Koperasi Mahasiswa (Kopma) UNY dibawah bimbingan Dr Agus Basuki MPd yang mengangkat tema ‘Pengembangan Wisata Bukit Tompak sebagai Kawasan Edu Wisata Guna Mewujudkan Masyarakat Desa yang Berbudaya dan Berdaya Saing di Era Industri 4.0’. Sebagai langkah awal, Kopma UNY mengadakan sosialisasi program PHP2D di Dukuh Ngelosari, Kalurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan, Bantul.

Agus Basuki dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini salah satunya adalah untuk pembelajaran mahasiswa seperti pembelajaran di masyarakat, pembelajaran unggah-ungguh sekaligus belajar serta menyampaikan sesuatu yang baru yang didapat dari kampus.

“Membangun Wisata Bukit Tompak tidak hanya dalam wujud fisik. Namun juga membuatkan media sosial sebagai sarana promosi, bekerjasama dengan warga setempat,” kata Agus Basuki, Senin (13/9/2021).

Dikatakan dosen jurusan psikologi pendidikan dan bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan UNY tersebut bahwa pada era sekarang ini internet sangat berpengaruh dalam segala lini dan hal ini dikuasai oleh para mahasiswa, sehingga kehadiran mereka di dusun ini adalah untuk memajukan wilayah sekaligus pariwisata lokal.

Hal terpenting dalam kegiatan ini adalah mahasiswa mendapat pengalaman lebih selain dari pembelajaran di kampus.

Dukuh Ngelosari Pardiyono menyambut baik kegiatan PHP2D ini dan dapat menggali potensi yang ada di Ngelosari.

“Mahasiswa sudah memetakan potensi yang ada di Ngelosari, dan setelah diusulkan pada Kementerian dapat dikabulkan,” kata Pardiyono.

Oleh karena itu pada saat ini warga diundang untuk menghadiri sosialisasi yang diberikan oleh narasumber dan mahasiswa tentang apa yang akan dilaksanakan beberapa waktu kedepan. Dukuh Ngelosari mengungkapkan bahwa sebenarnya kegiatan ini akan dilaksanakan pada Agustus lalu namun karena menghormati PPKM dari pemerintah maka ditunda hingga bulan ini. Pardiyono berharap dengan turunnya level PPKM di DIY umumnya dan Bantul khususnya dapat memperlancar kegiatan pada mahasiswa di Ngelosari karena kesiapan pelaku UMKM, kelompok seni budaya dan masyarakat dalam melaksanakan program kegiatan KKN PHP2D.

Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Desi Fitria Maharani, Risma Prihatini, Siska Olivia, Ari Purnama Aji, Yuni Sulistyaningsih, Ganang Wahyu Widayat, Deni Sugiharto, Ilham, Wijayani Sukma Haqiya, Nabila Nurmalita Oktaviana, Ahmad Solihkun, Alivia Astri Nur Zahwa dan Annisa Rahmawati. Salah satu mahasiswa, Ilham mengatakan lokasi sasaran kegiatan PHP2D adalah desa yang dapat dijangkau dengan mudah oleh perguruan tinggi pelaksana pada saat dan pasca pelaksanaan. Ruang lingkup PHP2D antara lain pengentasan kemiskinan, kesehatan, pendidikan, ketahanan dan keamanan pangan, energi baru dan terbarukan, lingkungan dan keanekaragaman hayati, mitigasi bencana, budaya dan seni, industri kreatif, pariwisata dan manufaktur.

“Kegiatan yang diusulkan dalam PHP2D harus bersifat strategis dan berkelanjutan berdasarkan potensi dan identifikasi masalah masyarakat serta memiliki roadmap yang jelas yang menggambarkan partisipasi masyarakat, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha/industri dan unsur lainnya,” tutup Ilham. (Deddy Herdito)


share on: