KH Dr M Habib Abdus Syakur Meminta Dapil H Sukamto Tetap di DIY

share on:
KH Dr M Habib Abdus Syakur, Pengasuh Pondok Pesantren Al Imdad Guwosari Pajangan Kabupaten Bantul || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Keprihatinan dan kekecewaan terhadap rencana pemindahan daerah pemilihan (Dapil) untuk bakal calon legislatif (Bacaleg) DPR RI H Sukamto SH dari dapil DIY ke dapil Solo Raya terus bermunculan.

Setelah Pengasuh Ponpes Ngrukem Bantul Gus Yasin, kini giliran seorang ulama dan tokoh kharismatik yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Al Imdad Guwosari Pajangan Kabupaten Bantul, KH Dr M Habib Abdus Syakur MAg menyatakan pula keprihatinannya.

Ia menegaskan, Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H Sukamto SH yang kini maju lagi sebagai Bacaleg Pemilu 2024 itu sudah seharusnya dipertahankan mewakili dapil DIY. Jika ia dipindahkan ke dapil lain, maka akan menimbulkan kerugian bagi PKB khususnya dan warga Nahdliyin pada umumnya.

Sebab menurutnya, H Sukamto SH selama ini sudah terbukti dekat dengan masyarakat dan kiprahnya juga nyata melalui program-program yang direalisasikan.

“Saya tidak mengetahui persis mengenai peraturan atau ketentuan tentang pencalegan di DPW PKB DIY dan di DPP. Terlepas dari hal itu, sebaiknya potensi caleg nanti tetap di dapilnya, ini harus dijadikan pertimbangan kuat tersendiri,” tegas Moh Habib Abdus Syakur, di rumah kediamannya dalam komplek Ponpes Al Imdad, Rabu (24/5/2023).

Ia menjelaskan, terlepas dari hal apapun bahwa Sukamto itu potensinya di dapil DIY, bukan di luar DIY. Jika dapilnya pada Pemilu tahun 2024 dipindah ke Jawa tengah, maka menjadikan tidak berpotensi dan hasil perolehan suara partainya (PKB-red) juga berkurang. Sehingga sangatlah disayangkan jika hal itu terjadi sangat berpotensi merugikan PKB dalam jangka pendek maupun jangka panjang. 

“Atas pertimbangan itu, maka DPW PKB DIY maupun DPP PKB harus meninjau ulang tentang dapil pencalegan Pak Sukamto, itu semua sebagai langkah untuk memberikan kontribusi yang banyak dalam membesarkan partai,” tambah Habib Syakur.

Menurutnya, pemilih PKB beragam sifat dan jenis. Diantaranya yaitu milih nama, memilih partai (PKB). Jika pemilih di DIY memilih nama, maka Sukamto potensial di DIY. Namun jika dapilnya di Jawa Tengah, maka itu merugikan Pak Kamto dan PKB di DIY.

Moh Habib Abdus Syakur menegaskan, jangan sampai konstituen maupun loyalis Sukamto dikecewakan dengan kebijakan pemindahan dapil. “Yang mengentahui potensi caleg dan konstituennya adalah kami yang di daerah. Dan Pak Kamto itu sosok wakil kami di DIY,” pungkasnya. 

Seharusnya, kata dia, semangat pemilu legislatif tahun 2024 di DIY ini bisa senada dengan semangat Gus Muhaimin yang saat ini sedang mesra dengan Prabowo Subianto bahwa berpolitik itu harus riang gembira, kekeluargaan, bersifat demokratis dan terbuka, tidak berpolitik berdasar pada kepentingan pribadi dan golongan, karena jika kepentingan pribadi dan golongan  yang dikedepankan maka Partai Kebangkitan Bangsa di DIY akan mengalami degradasi atau penurunan suara dalam jumlah besar. (Spd/Met)

 


share on: