Kepala BNN Sleman Butuh Sinergi dengan Penggiat Anti Narkoba Level Terbawah

share on:
Kepala BNN Kabupaten Sleman AKBP Siti Alfiah SH MH saat membuka Workshop Penggiat Anti Narkoba di Lingkungan Swasta di Hotel Atrium, Rabu (13/10/2021) || YP-Wahjudi Djaja

Yogyapos.com (SLEMAN) - Sosialisasi tentang program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) merupakan langkah penting dalam menanggulangi penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu dibutuhkan sinergi dan keterlibatan masyarakat terutama penggiat anti narkoba di level terbawah. Harapannya, para penggiat bisa menjaga lingkungan masing-masing dan secara dini mendeteksi kemungkinan adanya indikasi penyalahgunaan narkoba.

Demikian disampaikan Kepala BNN Kabupaten Sleman AKBP Siti Alfiah SH MH saat membuka Workshop Penggiat Anti Narkoba di Lingkungan Swasta di Hotel Atrium, Rabu (13/10/2021).

Workshop diikuti puluhan utusan dari desa wisata yang ada di Kabupaten Sleman dan perwakilan dari berbagai dunia usaha. Hadir sebagai narasumber Dr Muhamad Sulhan (Direktur Decode Fisipol UGM) dan Erik Hadi Saputra, SKom MEng (Amikom Yogyakarta). 

Lebih jauh disampaikan, tujuan diadakannya workshop adalah menyamakan persepsi tentang pencegahan, pemberantasan, rehabilitasi yang menjadi tugas P4GN.

“Para penggiat anti narkoba yang hadir saat ini sudah melalui tahap seleksi sehingga diharapkan benar-benar menjadi garda depan dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba. Di desa wisata kita bisa membuat papan peraga atau slogan yang memuat bahaya narkoba,” tandasnya.

Kegiatan workshop ini, sambung mantan Kapolsek Tempel ini, sudah seizin Gugus Tugas Covid-19 dan diawali dengan swab yang semua hasilnya negatif. Pihaknya berharap agar workshop ini bukan pertemuan pertama dan terakhir, tetapi bisa dilanjutkan di beragam media dan kegiatan. Jujur diakui, dalam pengungkapan kasus narkoba di DIY, Sleman menduduki peringkat tertinggi dan Depok tercatat sebagai wilayah yang paling tinggi pengungkapan kasus narkoba untuk Kabupaten Sleman.

Terkait rencana aksi yang bisa dilaksanakan pemerintah Kabupaten Sleman, pihaknya mengacu pada Inpres Nomor 2 Tahun 2020. “Rencana aksinya meliputi sosialisasi pencegahan bahaya narkoba, regulasi tentang P4GN, test urine, dan pembentukan satuan tugas atau relawan anti narkoba,” pungkasnya.

Sementara itu dalam paparannya Muhamad Sulhan menyampaikan pentingnya penggunaan media sosial untuk sosialisasi kampanye anti narkoba.

“Populasi kita sekarang sekitar 274 juta tetapi pemakai handphone mencapai lebih dari 345 juta. Artinya satu orang memiliki lebih dari satu nomor. Ini merupakan peluang besar bagi kampanya anti narkoba. Maka para penggiat harus kreatif membuat konten kampanye,” pesannya. (Iud)

 


share on: