Yogyapos.com (GENEVA) - Pada setiap bulan Juni, kaum buruh sedunia berkumpul di Geneva selama 2 minggu menyelenggarakan konferensi guna membahas isu-isu aktual. Dari pembahasan itu kemudian muncul berbagai rekomendasi bahkan konvensi yang seyogianya dipatuhi oleh negara anggota termasuk Indonesia.
Untuk Konferensi kali ini, Delegasi Buruh Indonesia dipimpin Moh Jumhur Hidayat (Ketum KSPSI) dengan jumlah keseluruhan 42 pimpinan buruh dari berbagai Federasi dan Konfederasi.
BACA JUGA: Dugaan Kekerasan di Ponpes Ora Aji Oleh 9 Pelaku Dewasa & 4 Dibawah Umur
Melihat catatan ke belakang, delegasi buruh kali ini adalah yang terbesar sepanjang sejarah perburuhan Indonesia. Adapun dalam Konferensi tahun ini terdapat 3 topik utama yaitu tentang Bahaya Biologis (biological hazard) di tempat kerja, pekerja platform digital dan terakhir formalisasi pekerja informal.
Ketiga topik utama itu, memang sangat relevan dengan keadaan Indonesia. Saat ini masih banyak bahaya biologis di tempat kerja yang belum dilindungi dengan paripurna khususnya pekerja atau tenaga kesehatan dan pekerja pertanian dlan, perkebunan dan peternakan.
BACA JUGA: Tim Pengacara 13 Santri Bantah 'Tudingan' Kekerasan di Ponpes Ora Aji
Begitu juga dengan masalah pekerja platform seperti pengendara daring Ojol yang masih banyak menyisakan masalah ketidakadilan. Selanjutnya juga topik formalisasi pekerja informal di mana di Indonesia justru terjadi sebaliknya pada beberapa tahun bakangan ini.
Di samping Jumhur Hidayat, delegasi buruh Indonesia ini diperkuat oleh tokoh-tokoh buruh seperti Rekson Silaban, Sunarti, Mirah Sumirat, Elly Rosita Silaban, Daeng Wahidin, Arif Minardi, Rudi HB Daman, Idrus, Acs Agung Prastowo, Muhamad Rusidi hingga tokoh penggerak Ojek Online Achmad Spiii.
BACA JUGA: Terobosan Revolusioner, Menyulap Pos Ronda Jadi Galeri Seni
Dari informasi yang diterima redaksi, sudah dijadwalkan bahwa Delegasi Indonesia yaitu Jumhur Hidayat akan berpidato mewakili kaum buruh Indonesaia pada tanggal 9 Juni 2025 pagi hari. (*/Tha)
