Yogyapos.com (BANTUL) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul mengarahkan keberadaan Jembatan Pandansimo Sungai Progo sebagai destinasi wisata agar dapat mendongkrak sektor wisata dan ekonomi.
Hal itu diungkapkan oleh Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, saat dimintai komentar tentang rencana pemafaatan Jembatan Pandansimo, yang menghubungkan Srandakan Kabupaten Bantul dengan Brosot Kulonprogo.
BACA JUGA: UGM Trail Run 2025, Target 2.000 Peserta
"Jujur ya, saya katakan, jembatan itu bagus, indah, panjang, lebar dan representatif untuk destinasi wisata. Panjang jembatan itu 2.000 Meter lebih. Terpanjang di DIY dan urutan ke 4 di Palau Jawa,” kata Aris.
Hasil peninjauan ke lokasi Kelok 24 JJLS dan Jembatan Pandansimo pada ahir Juni 2025, proses pengerjaan pembangunan infrastruktur itu masih berlangsung. Namun progresnya hampir selesai 100 persen.

“Peletakan batu pertama pembangunan jembatan itu oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB pada 2023. Saat itu kebetulan saya selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dann Kawasan Pemukiman (DPU PKP) Bantul,” katanya.
BACA JUGA: HUT ke-200, Langit Wonosobo Bakal Dihias Formasi Balon Udara
Lebar jembatan sekitar 24 meter. Disisi kiri dan kanan bagian tengah juga dilengkapi dengan bangunan sarana untuk ruangan bagi para wisatawan saat berwisisata di tempat itu.
"Namun untuk mengupayakan terciptanya kenyamanan, keamanan dan ketertiban di Jembatan itu, maka kami mengupayakan agar nantinya tidak ada lapak (kios) yang ada di atas dan di dekat jembatan kebanggaan Bantul itu. Masyarakat juga diharapkan ikut handarbeni (memiliki) sehingga menjaga ketertiban bersama,” jelas Aris.
BACA JUGA: Rumah Terduga Penganiaya Driver Ojol Digeruduk, Mobil Patroli Terimbas
Untuk menjaga ketertiban dan keamanan di lokasi tersebut, maka nantinya direncanakan juga akan diterjunkan para petugas khusus. Petugasnya dari mana, nantinya akan didiskusikan Pemkab Bantul, DIY dan Pusat.
Pembangunan Jembatan Pandansimo ini menelan biaya Rp 863 Miliar lebih menggunakan APBN melalui Kementrian PUPR dikerjakan oleh rekanan. Masa pegerjaanya selama 574 hari hingga September 20205. Rencananya akan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto, namun ketepatan waktunya belum dapat dipastikan. (Spd)
