Yogyapos.com (KLATEN) - Sekitar 50-an pelukis yang tergabung dalam Paguyuban Seni Indonesia menggelar pameran bersama. Bertema "Indonesia Salawase" pameran digelar di Assomad International Art Gallery Jatinom Klaten. Pameran dibuka 23 Agustus sore dan akan digelar sampai 5 September 2025.
Dalam pembukaan mewakili Bupati Klaten, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Joko Iswanto SH MSi menyampaikan apresiasinya atas dedikasi para pelukis yang mengeskpresikan rasa cintanya pada Indonesia.
BACA JUGA: Gerakan Pramuka Mendidik Jiwa Kepemimpinan
"Ini sesuai dengan sepuluh program prioritas Mas Hamenang dalam membangun Kabupaten Klaten. Kami berharap agar kolaborasi antara birokrasi dan masyarakat seni bisa semakin baik di masa depan sehingga menambah semarak kebudayaan di Klaten. Apalagi Mas Hamenang memiliki kepedulian yang tinggi pada perkembangan seni dan budaya,” pesannya.
Dalam laporannya Ketua Paguyuban Seni Indonesia, Ansori Mozaik, menyampaikan pameran ini mengangkat tajuk "Indonesia Salawase". Jujur kami kadang bosan melihat pertikaian yang ada akibat sejumlah perbedaan pandangan. Komitmen kami, apapun yang terjadi kami tetap mencintai Indonesia. Dan yang terlibat pameran kali ini berasal dari berbagai wilayah dan kota di Indonesia", tandasnya.
BACA JUGA: Jumhur Hidayat: KSPI Tidak Ikut Aksi 25 Agustus
Dalam orasi kuratorialnya, Wahjudi Djaja SS MPd menandaskan posisi sosiologis filosofis Klaten yang menjadi fondasi kebudayaan. Wilayah ini terletak diantara demarkasi Kraton Surakarta dan Yogyakarta. Ada unsur budaya kedua pusat kerajaan dalam tumbuh kembang Klaten.
Orasi kuratorial oleh Wahjudi Djaja || YP-Ist
“Banyak tokoh besar yang lahir dan wafat di Klaten, baik seniman, pujangga maupun sastrawan. Menjadi menarik untuk mengangkat akar sejarah sebagai karakter kebudayaan Klaten,” papar alumni FS UGM ini.
BACA JUGA: Launching RS Universitas Ahmad Dahlan Dihadiri Unsur PP Muhammadiyah
Negeri ini, imbuhnya, dibangun di atas imaji para pendiri dan pejuangnya. Indonesia dilukis dengan berjuta warna dari darah tangan-tangan pemberani yang tulus ikhlas ingin mensyukuri kegembiraan hati atas anugerah yang Dia beri.
“Menjadi tugas kesejarahan bagi kita untuk melanjutkan estafet pembangunan,” jelasnya.
Kepada yogyapos.com, BRM Suryo Triono dari Kraton Surakarta yang hadir dalam pembukaan pameran membuka diri untuk pengembangan kebudayaan di Klaten khususnya Jatinom. "Apalagi di wilayah ini ada Ki Ageng Gribig yang semare di Jatinom. Kita berharap gerakan kebudayaan ini mampu mengangkat potensi lokalitas sehingga kehidupan masyarakat bisa semakin baik dan terangkat", tandasnya.
BACA JUGA: 2.500 Anak Ikuti Temu Santri Kabupaten Bantul
Hadir dalam acara pembukaan jajaran Forkompimda Klaten, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata Klaten, Camat Jatinom Agus Sunyata SSiT MH, Polsek Jatinom, Koramil Jatinom, Kepala Desa Jatinom para seniman dan budayawan Klaten serta para penyandang disabilitas. Dalam pembukaan Ansori menyerahkan lukisan bergambar Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dari bahan mozaik. Pembukaan dimeriahkan panembrama, organ tunggal dan angkringan khas Klaten. (Iud)
